Wabah Virus Corona

Penjelasan Wabah Virus Corona Berstatus Global yang Diumumkan WHO

Dalam akunnya di media sosial, WHO mengungkapkan bahwa PHEIC ditujukan untuk memobilisasi respons internasional terhadap wabah.

Editor: Rina Eviana
Xinhua/Xiongci
Wabah Virus Corona Darurat Internasional, Penyebaran Sudah Mencapai 21 Negara Ini 

Penjelasan Wabah Virus Corona Berstatus Global yang Diumumkan WHO

TRIBUNJOGJA.COM -Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, hingga hari ini telah menyebar ke 21 negara. Korban jiwa tercatat 213 orang.

World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah mengumumkan wabah virus corona Wuhan China, sebagai darurat kesehatan global (Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Wabah Virus Corona Darurat Internasional, Penyebaran Sudah Mencapai 21 Negara Ini
Wabah Virus Corona Darurat Internasional, Penyebaran Sudah Mencapai 21 Negara Ini (Xinhua/Xiongci)

Namun, apa maksud dari PHEIC yang diberikan WHO?

Menurut WHO, PHEIC diartikan sebagai peristiwa luar biasa yang menjadi risiko kesehatan publik bagi negara lain melalui penyebaran penyakit internasional, serta memerlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Selain virus corona Wuhan, deklarasi PHEIC juga pernah digunakan lima kali pada saat flu babi (2009), polio (2014), Ebola (2014), virus Zika (2016), dan Ebola (2019).

Dalam akunnya di media sosial, WHO mengungkapkan bahwa PHEIC ditujukan untuk memobilisasi respons internasional terhadap wabah.

Selain itu, deklarasi ini merupakan kesempatan WHO dengan panduan dari Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional untuk menerapkan tindakan yang tidak mengikat, tetapi praktis dan politis signifikan sehingga dapat menangani perjalanan, perdagangan, karantina, penyaringan, dan perawatan.

Petugas kesehatan mengevakuasi seorang pria dari rumahnya menuju ke Rumah Sakit Wuhan, China pada Kamis (30/1/2020)
Petugas kesehatan mengevakuasi seorang pria dari rumahnya menuju ke Rumah Sakit Wuhan, China pada Kamis (30/1/2020) (Hector Retamal/AFP)

WHO juga dapat menetapkan standar praktik global.

Dilansir dari Times, Kamis (30/1/2020), Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan bahwa pada intinya, PHEIC bertujuan untuk mendorong negara-negara untuk bekerja sama mengatasi ancaman.

Menurut dia, keputusan Ini bukan untuk menghukum China atau meragukan kemampuannya untuk menahan wabah.

 "Deklarasi ini bukan karena China tidak melakukan apa yang dapat dilakukannya, ini benar-benar melakukan lebih dari apa yang harus dilakukan Tiongkok. (PHEIC adalah tentang) melindungi negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah," kata Ghebreyesus pada konferensi pers, Kamis (30/1/2020).

Dalam hal ini, WHO menyarankan negara-negara agar tidak membatasi perjalanan dan perdagangan ke China, untuk mendukung negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, mempercepat pengembangan vaksin dan perawatan, serta menghentikan penyebaran desas-desus dan informasi yang salah.

Selain itu, negara-negara juga diminta untuk bekerja merawat mereka yang sudah sakit sambil membatasi penyebaran, berbagi pengetahuan dengan WHO dan negara lain, serta bekerja sama dalam semangat solidaritas dan kerja sama.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/1/2020), berikut ini adalah beberapa hal yang terjadi dengan diumumkannya PHEIC atau status darurat dunia oleh WHO:

Empat Kasus Baru Virus Corona di Korea Selatan, Korea Utara Ambil Tindakan
Empat Kasus Baru Virus Corona di Korea Selatan, Korea Utara Ambil Tindakan (yonhap)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved