Wabah Virus Corona

Korban Virus Corona di China Dikabarkan Dikremasi

Dari sekian warga yang meninggal dunia karena virus corona di China, beberapa di antaranya dikabarkan langsung dikremasi.

Editor: Hari Susmayanti
Xinhua/Xiongci
Wabah Virus Corona Darurat Internasional, Penyebaran Sudah Mencapai 21 Negara Ini 

TRIBUNJOGJA.COM - Wabah virus corona yang terjadi di China menimbulkan korban jiwa yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

Dari sekian warga yang meninggal dunia karena virus corona tersebut, beberapa di antaranya dikabarkan langsung dikremasi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan keadaan darurat global setelah virus itu membunuh 213 sejak pertama kali tercatat pada Desember 2019.

Keraguan jumlah korban meninggal menyeruak, setelah muncul kabar bahwa otoritas China melalukan kremasi terhadap jenazah korban virus corona.

Jurnalis Deutsche Welle William Yang mengunggah harian berbahasa China, Initium, yang disebut mewawancarai sejumlah petugas krematorium.

"Mereka mengonfirmasi bahwa banyak jenazah yang langsung dikirim dari rumah sakit ke krematorium tanpa melakukan identifikasi," jelas Yang.

Also, one thing that #China is hiding is the number of death caused by the virus. Credible Chinese media outlet @initiumnews interviewed people working at local cremation centers, confirming that many dead bodies were sent directly from the hospitals to the cremation centers... — William Yang (@WilliamYang120) January 29, 2020

Dikutip New Zealand Herald Kamis (30/1/2020), terdapat dugaan bahwa mayat yang dikirim adalah korban virus, namun tak dimasukkan data resmi.

"Jadi, terdapat alasan untuk skeptis soal apa yang dibagikan China kepada dunia," paparnya.

Dia menjelaskan bahwa Beijing memang transparan soal virus itu.

Penjelasan Wabah Virus Corona Berstatus Global yang Diumumkan WHO

Wabah Virus Corona Darurat Internasional, Penyebaran Sudah Mencapai 21 Negara Ini

Namun, ada hal lain yang masih tetap tidak bisa diyakini kevalidannya.

Seperti dugaan korban meninggal dari patogen berkode 2019-nCov itu.

Sejumlah pakar menuturkan, masih banyak pertanyaan tentang virus itu yang masih belum terjawab.

Seperti seberapa cepat penyebarannya dan tingkat parahnya.

Itulah yang menjadi dasar WHO memutuskan menaikkan statusnya menjadi darurat dunia, sehingga penanganan virus itu bisa dilakukan dalam skala global.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus berujar, perhatian pihaknya saat ini adalah virus itu bisa menyerang negara dengan sistem kesehatan yang lemah.

Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di China.

Namun apa yang tengah berlangsung di dunia," ujar Tedros.

Dia menerangkan bahwa virus China itu adalah "wabah tak terduga" yang harus ditangani juga secara "tak terduga" untuk membendungnya.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Perancis, dan Australia memutuskan untuk melakukan evakuasi terhadap warganya dari Wuhan.

Kota yang berlokasi di Provinsi Hubei tersebut merupakan lokasi pertama yang mencatatkan virus, dengan asalnya dari Pasar Seafood Huanan.

Kesimpulan itu diambil setelah mereka memastikan bahwa 31 dari 33 sampel positif yang diambil berasal dari kawasan barat pasar.

Zona barat itu disebut merupakan penjualan hewan liar dan eksotis seperti anak serigala, rubah, kelelawar, hingga burung merak.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "China Disebut Kremasi Jenazah Korban Virus Corona", .

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved