Pencegahan Corona di Yogyakarta
Kepanikan Akibat Virus Corona Bisa Berdampak Terhadap Perekonomian
Wabah Virus Corona yang menyerang Kota Wuhan di China dan juga menyebar di berbagai negara, dipandang belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wabah Virus Corona yang menyerang Kota Wuhan di China dan juga menyebar di berbagai negara, dipandang belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk saat ini, khususnya yang dirasakan di Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Edi Suwandi Hamid.
"Sejauh ini belum kelihatan. Saya sendiri tidak melihat dampaknya (ekonomi) karena kalau melihat dari empirik yang ada saat ini, SARS memakan jumlah korban yang jauh lebih banyak," ujarnya kepada Tribun Jogja, Selasa (28/1/2020).
Meski demikian, Edi mengatakan bahwa yang lebih penting adalah menjaga agar masyarakat tetap tenang dan kondusif.
Hal tersebut lantaran ketika kepanikan meluas, maka cepat atau lambat akan berdampak pada perekonomian nasional.
Maka, ia menilai agar pemerintah perlu bertindak cepat untuk mengatasinya, terutama gencar dalam menangkal berita bohong atau hoax.
• 8 Penjelasan Ahli di China Soal Wabah Virus Corona: Mengapa Jumlah Korban Naik Drastis?
"Sekarang yang penting adalah bagaimana masyarakat tidak panik. Artinya pemerintah rajin merespon hoax. Misal tidak boleh bepergian (selain Wuhan), itu yang harus dilawan," ujarnya.
Disinggung mengenai perekonomian di Negeri Tirai Bambu, Edi mengatakan bahwa China sudah terbiasa menghadapi persoalan yang menguji kekuatan ekonomi mereka selama ini, tidak hanya terkait penyakit, namun juga konflik, perang dagang, dan sebagainya.
"Kalau kita lihat, mereka (China) biasa-biasa saja, semua masih bisa diatasi," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cek-peta-penyebaran-virus-corona-secara-real-time-lewat-link-berikut-ini.jpg)