Wabah Virus Corona

UPDATE Kemenkes: Tak Ada Pengidap Virus Corona Hingga Kini, Dua Orang Masih Diobservasi

Dari 13 orang ini, sebanyak 11 orang telah selesai diobservasi. Hasilnya, 11 orang dinyatakan negatif terjangkit virus corona

Tayang:
Editor: Rina Eviana
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Seorang petugas sedang mengoperasikan alat thermal scanner di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020). 

UPDATE Kemenkes: Tak Ada Pengidap Virus Corona Hingga Kini, Dua Orang Masih Diobservasi

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Kesehatan RI memastikan hingga saat ini tak ada pasien mengidap virus corona di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Anung Sugihantono menegaskan, hingga hari ini belum ada masyarakat Indonesia yang positif terjangkit virus corona.

"Sebagaimana yang disampaikan Bapak Menteri (Kesehatan) sampai hari ini tidak ditemukan novel coronavirus di Indonesia," kata Anung saat konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).

Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/1/2020). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terkena virus Korona (Koronavirus), pemeriksaan dilakukan bagi penumpang yang tiba dari China dimana virus tersebut sedang mewabah di negara tersebut.
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/1/2020). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terkena virus Korona (Koronavirus), pemeriksaan dilakukan bagi penumpang yang tiba dari China dimana virus tersebut sedang mewabah di negara tersebut. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL via kompas.com)

Meski begitu, Kemenkes mencatat, ada 13 orang yang tengah diobservasi karena diduga mengidap gejala-gejala tertentu yang mengarah pada virus corona.

Gejala yang dimaksud ialah batuk pilek, punya riwayat mendatangi Wuhan, dan pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.

Ke-13 orang tersebut disebut sebagai people under observation. Mereka ada yang berasal dari Jakarta, Banten, hingga Bali.

Dari 13 orang ini, sebanyak 11 orang telah selesai diobservasi. Hasilnya, 11 orang dinyatakan negatif terjangkit virus corona.

Sedangkan dua orang lainnya masih dalam penanganan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes. 

"Tapi ini sekali lagi ini people under observation, bukan soal novel corona," ujar Anung.

Atas keadaan ini, Anung mengimbau seluruh masyarkat agar tetap waspada dan menjalani pola hidup sehat.

Ia juga meminta publik untuk tak mendekati sumber penyakit corona.

"Istirahat, makan cukup, olahraga seimbang. Jangan dekat-dekat dengan sumber penyakitnya dengan datang ke Wuhan, jangan dekat-dekat dengan unggas, hewan laut, hewan liar yang sementara ini diduga jadi penularan," kata Anung.

Pasien Terjangkit Virus Corona Disebut Bisa Sembuh Tanpa Obat Khusus Jika . . .

Imbauan Presiden

Virus corona Wuhan, hingga kini dilaporkan telah menelan korban jiwa 80 orang. Sementara warga di wilayah setempat terinfeksi virus corona jumlahnya naik menjadi lebih dari 2.300 orang.

Perkembangan terkini, jumlah negara yang telah mengonfirmasi penyebaran virus dari Wuhan ini mencapai 13 negara. Kondisi ini membuat masyarakat dunia khawatir.

Kisah Kepanikan Pasien Terinfeksi Virus Corona di RS Wuhan: Jika Aku Mati, Kalian Juga Mati!

Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus corona yang terkonfirmasi menyebar di 13 negara.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

"Pengawasan di semua bandara kita, terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan. Yang paling penting, hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada," ujar Jokowi di PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020), seperti dikutip siaran pers resmi Istana.

Presiden Jokowi menanggapi kasus virus Korona, Senin (27/1/2020).
Presiden Jokowi menanggapi kasus virus Korona, Senin (27/1/2020). (www.instagram.com/jokowi)

Selain itu, Jokowi juga menegaskan, pemerintah berupaya keras memberi perlindungan dan mencukupi kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan, China, kota asal munculnya virus corona.

Presiden Jokowi yang juga terus memantau perkembangan wabah corona menyebutkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana.

"Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti," tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah melalui KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Virus corona (coronavirus) tengah menjadi perhatian dunia. Pasalnya, selain mulai menyebar di kota Wuhan, China, virus corona jenis baru tersebut juga terdeteksi hingga Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, virus corona memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Update terbaru jumlah korban tewas akibat wabah virus corona di China hingga Senin (27/1/2020) mencapai 80 orang.

Video Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Wabah Virus Corona, Yang Paling Penting Hati-hati

Sementara sebanyak 2.300 orang terinfeksi virus corona ini.

Dilansir AFP Senin (27/1/2020), otoritas di Provinsi Hubei mengonfirmasi adanya 371 kasus serta 24 korban kematian yang baru.

Jumlah 80 korban meninggal akibat virus corona merupakan lonjakan tajam setelah sehari sebelumnya (26/1/2020), China mengumumkan 56 kematian.

Selain itu, kasus baru yang diumumkan pemerintah Hubei membuat angka mereka yang terinfeksi mencapai lebih dari 2.300 orang jika digabung data dari otoritas pusat.

Beijing bergerak cepat melakukan langkah pencegahan setelah virus itu pertama kali tercatat di Wuhan, ibu kota Hubei, pada akhir Desember 2019.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Antara lain menutup Pasar Seafood Huanan, lokasi yang diyakini menjadi titik pertama penyebaran virus corona, di mana dijual hewan liar.

Kemudian, Wuhan dan belasan kota di sekitarnya juga ditutup, di mana otoritas lokal juga menghentikan layanan transportasi publik.

Sebanyak 1.230 dokter dan perawat dari seluruh negeri juga dikerahkan, dengan rumah sakit baru dikebut pembangunannya agar bisa digunakan dalam 8 hari ke depan.

Selain di China, patogen dengan kode 2019-nCov tersebut juga menyebar ke 12 negara.

Antara lain Jepang, Vietnam, hingga AS. Setidaknya ada enam negara yang berencana melakukan evakuasi warganya baik dari Wuhan maupun Hubei, baik melalui pesawat atau jalan darat.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved