PM Irak Mengutuk Serangan Roket ke Kawasan Kedubes AS di Baghdad

Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi mengutuk serangan roket yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
NET
Kedubes AS di Baghdad 

Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi mengutuk serangan roket yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak pada Senin (27/1/2020) pagi waktu Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan, dia menegaskan komitmen Irak untuk "melindungi semua misi diplomatik."

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lima roket dikabarkan menghantam dan meledak di Zona Hijau Baghdad, Irak, Senin (27/1/2020) dini hari waktu setempat.

Tiga roket diduga jenis Katyusha mengenai ruang makan komplek Kedutaan AS yang berlokasi di kawasan berpengamanan sangat ketat nan luas.

Pesawat militer AS langsung diterbangkan dan mengitari langit Baghdad sesudah kejadian. Belum ada penjelasan spesifik dari pihak AS maupun Irak.

Belum diketahui kelompok mana yang meluncurkan roket dan menargetkan instalasi diplomatik dan militer AS itu. Zona Hijau juga jadi kawasan diplomatik berbagai negara.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan peristiwa ini dikutip Sputniknews, Senin (27/1/2020) pagi WIB. Belum diketahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan ini.

Zona Hijau beberapa kali mendapat serangan roket menyusul pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani pada 2 Januari 2020.

Jenderal terpopuler Iran yang juga Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran itu tewas oleh rudal yang dilepaskan drone militer AS.

Pembunuhan itu dilakukan Pentagon atas perintah Presiden AS Donald Trump. Iran membalas lewat serangan rudal balistik 8 Januari 2020 ke pangkalan AS di Irak.

Secara terpisah pada hari Minggu, satu pengunjuk rasa tewas oleh pasukan keamanan setelah ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah membanjiri jalan-jalan ibukota Irak dan provinsi selatan.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru langsung untuk membubarkan kerumunan orang dari Lapangan Khilani di ibukota, kata pejabat medis dan keamanan.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Satu pengunjuk rasa tewas dan enam lainnya luka-luka setelah pasukan keamanan menembakkan peluru tajam di Lapangan Wathba di dekatnya malam itu.

Setidaknya 28 demonstran dilaporkan terluka oleh pasukan keamanan Irak pada jam-jam pertama demonstrasi jalanan hari Minggu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved