Wabah Virus Corona
Update Virus Corona : Sejumlah Perawat di Rumah Sakit Wuhan Terpapar Coronavirus
Krisis wabah Coronavirus di Kota Wuhan China menunjukkan perkembangan signifikan menyusul 15 laporan baru kasus melibatkan paramedis di rumah sakit
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, WUHAN – Krisis wabah Coronavirus di Kota Wuhan China menunjukkan perkembangan signifikan menyusul 15 laporan baru kasus melibatkan paramedis di rumah sakit setempat.
Chinese Centre for Desease Control mengidentifikasi 15 perawat terpapar virus Corona. Demikian diberitakan South China Morning Post, Jumat (24/1/2020) pagi ini WIB.
Wabah Coronavirus Wuhan ini mulai menarik perhatian pada 31 Desember 2019. Kepastian jenis virusnya baru diketahui 7 Januari 2020.
Saat itu belum diketahui virus ini bisa menular antarmanusia. Sputniknews.com melaporkan hingga hari ini 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus ini di China.
• Ciri-ciri Demam Flu yang Disebabkan oleh Virus Corona atau Coronavirus
Laporan kasus orang terpapar sudah mendekati 1.000. Di luar China, temuan kasus ada di Korsel, AS, Australia, Singapura.
Saat ini di China selain Wuhan dan Huanggang, ada lima kota lain yang penanganan penyebaran wabah Coronavirus diberi prioritas tinggi.
• Virus Corona Menyebabkan Penyakit Apa? Begini Penjelasan dan Asal Usulnya
Di kawaan Asia Tenggara, Singapura untuk pertama kali mengonfirmasi keberadaan seorang yang positif terpapar Coronavirus Wuhan.
Tersangka kasus ini warga asal China berumur 66 tahun. Kabar disampaikan Kementerian Kesehatan Singapura, Kamis (23/1/2020).
Dikutip dari ChannelNewsAsia.com, pasien tiba di Singapura bersama keluarganya pada 20 Januari 2020. Ia terbang dari Guangzhou menggunakan maskapai China Southern nomer penerbangan CZ351.
Ia kini diisolasi di Singapore General Hospital dan kondisinya dilaporkan stabil. Dalam penerbangan pasien ini mengaku sakit di dada, tapi tidak demam.
Hari berikutnya ia baru merasakan demam, dan dibawa ke rumah sakit. Diagnosa awal pasien mengalami pneumonia.
Kamis (23/1/2020) siang ia dinyatakan positif terpapar Coronavirus. Pihak Kementerian Kesehatan terus menelusuri jejak pasien, kontak terdekatnya, termasuk rombongannya dari Guangzhou.
Pemerintah Kota Huanggang menghentikan layanan bus dan kereta, serta meminta bioskop dan kafe internet menutup rapat akses keluar masuk pengunjung.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Wuhan, China, Kamis (23/1/2020) pagi WIB, mengumumkan semua warga di tempat umum di kota itu harus mengenakan masker.
Mereka menutup perjalanan keluar di stasiun kereta api dan bandara mulai pukul 10.00 tanggal 23 Januari, di tengah meningkatnya epidemik virus corona.
Suasana sangat berbeda terlihat di seantero Kota Wuhan. Nyaris semua orang mengenakan masker atau penutup wajah sangat rapat.
Lalulintas bus dan kereta terhenti. Penerbangan juga banyak yang dibatalkan. Warga setempat dilarang meninggalkan kota.
Inilah tempat-tempat atau area di Wuhan yang mendapat perlakuan khusus dan diamankan secara ketat perilaku warga yang berada di lokasi itu.
Mulai hotel, restoran, wisma tamu, kafe, bar, tempat minum teh, pemandian umum, tukang cukur, toko kecantikan, bioskop, ruang video, ruang hiburan, ruang dansa, ruang konser, dan stadion.
Berikutnya kolam renang, taman, ruang pameran, museum, galeri seni, perpustakaan, pusat perbelanjaan, toko buku, ruang tunggu, transportasi umum, dan tempat umum lainnya di mana orang banyak berkumpul.(Tribunjogja.com/ xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/coronavirus-di-wuhan.jpg)