Sleman
DP3 Sleman Turun Tangan, Air Selokan Mataram di Kalasan Kembali Mengalir
DP3 Sleman akhirnya turun tangan dalam mengatasi keringnya Selokan Mataram di wilayah Kalasan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman akhirnya turun tangan dalam mengatasi keringnya Selokan Mataram di wilayah Kalasan.
Kepala DP3 Sleman Heru Saptono mengatakan, setelah melakukan penelusuran, pihaknya menemukan penyebab pasti mengapa air tidak mengalir.
"Jadi ada dua titik yang bermasalah, di mana ada peternak ikan yang mengambil air secara ilegal," jelas Heru saat dihubungi pada Jumat (24/01/2020) pagi.
• Selokan Mataram Masih Mengering, Petani Kalasan Ingin Ngadu ke Sultan
Menurut Heru, dua titik pengambilan air secara ilegal tersebut berada di Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Posisinya tidak jauh dari RS Hermina.
DP3 Sleman pun langsung mengundang kelompok pembudidaya ikan tersebut didampingi kepala desa, menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan.
Solusi pun turut ditawarkan dan disepakati.
"Kami usulkan bantuan sumur dan pompa air untuk mereka, jadi air di Selokan Mataram tidak terganggu," kata Heru.
• 5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi
Sementara Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto membenarkan bahwa air di Selokan Mataram kembali mengalir dengan lancar sejak kemarin.
Ia bersama para petani turut bekerjasama untuk membersihkan Selokan dari sampah.
Menurutnya, hampir seluruh titik yang sebelumnya kering saat ini sudah teraliri oleh air.
"Kami bersyukur dan berterima kasih sekali pada pihak-pihak yang sudah membantu. Saat ini kami pun bisa melanjutkan proses masa tanam," jelas Janu melalui telepon. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dp3-sleman-turun-tangan-air-selokan-mataram-di-kalasan-kembali-mengalir.jpg)