Pendidikan

Tingkatkan Ekonomi Desa Grogolsari, KKN UMY Inovasikan Pemanfaatan Kulit Salak

KKN UMY 067 memberikan ide kepada masyarakat untuk mengolah limbah kulit salak menjadi minuman agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Grogols

Tingkatkan Ekonomi Desa Grogolsari, KKN UMY Inovasikan Pemanfaatan Kulit Salak
IST
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan workshop pengolahan serta pemasaran minuman dari kulit salak. 

TRIBUNJOGJA.COM - Turunnya harga salak berdampak pada pendapatan serta menumpuknya limbah salak yang mengganggu di pemukiman masyarakat Dusun Grogolsari, Desa Mranggen, Kabupaten Magelang.

Permasalahan tersebut lantas menarik minat dan inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 067 untuk mengadakan workshop pengolahan serta pemasaran minuman dari kulit salak.

KKN UMY 067 memberikan ide kepada masyarakat untuk mengolah limbah kulit salak menjadi minuman agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Grogolsari.

Suprihno selaku Kepala Dusun Grogolsari menyampaikan bahwa masyarkat Dusun Grogolsari rata-rata bermata pencaharian sebagai petani salak.

KKN UMY Kenalkan Mitigasi Bencana di Bantul

Akan tetapi saat ini penjual salak mengalami penurunan pendapatan dikarenakan harga penjualan salak yang turun.

Terlebih semakin banyaknya limbah kulit salak yang belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Saat ini harga salak di dusun Grogolsari hanya Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilonya. Selain itu banyak limbah kulit salak yang menumpuk dan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,"

Dengan adanya workshop pengolahan kulit salak tersebut ia berharap dapat meningkatkan harga jual dan ekonomi masyarakat dusun.

Sementara itu, Yogatama Nugraha, Mahasiswa KKN UMY 067 menjelaskan bahwa kegiatan workshop pengolahan dan pemasaran minuman dari kulit salak ini bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi limbah kulit salak.

Mahasiswa KKN UMY Bangun Perpustakaan Mini di Dusun Batur

“Kami mendampingi masyarakat Dusun Grogolsari dalam melakukan praktik pengolahan kulit salak untuk menjadi minuman. Mereka sangat antusias dikarenakan ini adalah hal yang baru bagi masyarakat karena selama ini kulit salak hanya dipandang sebelah mata bahkan dibuang begitu saja,” ujarnya.

Produk minuman salak ini merupakan produk inovasi bagi masyarakat.

Minuman dari salak ini menyerupai teh pada umumnya, begitu pula dengan rasanya.

Perbedaan dari keduanya terletak pada aroma salak yang lebih peka dalam minuman salak ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved