Pendidikan

Agus Sartono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FEB UGM

UGM kukuhkan Prof. Dr. rer.soc. R. Agus Sartono, MBA sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pada Senin (20/1/2020) di Balai S

Agus Sartono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FEB UGM
IST
UGM kukuhkan Prof. Dr. rer.soc. R. Agus Sartono, MBA sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pada Senin (20/1/2020) di Balai Senat UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - UGM kukuhkan Prof. Dr. rer.soc. R. Agus Sartono, MBA sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pada Senin (20/1/2020) di Balai Senat UGM.

Prof Agus resmi menyandang gelar Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM setelah dirinya menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Informasi Asimetris, Akseptabilitas Kebijakan Publik dan Penilaian Aset.

Dalam pidato ilmiahnya Agus menyebut kajian bisnis dan kebijakan publik telah banyak dilakukan dengan melihat dampak informasi asimetris terhadap akseptabilitas kebijakan publik dan penilaian aset.

Minat Pendaftar Program MM FEB UGM Terus Meningkat Setiap Tahun

Pada kondisi ideal digambarkan bahwa informasi tersedia tanpa biaya dan dalam ilmu ekonomi dikatakan sebagai persaingan sempurna ketika semua buyer dan seller memiliki informasi yang sempurna.

Meskipun dalam kenyataannya informasi tersebut seringkali tidaklah cost free dan nilai aset tidak mencerminkan true value.

Hal sama juga terjadi dalam kebijakan publik, seringkali informasi tidak cukup dimiliki baik oleh pengambil kebijakan maupun masyarakat sehingga hasil pengambilan keputusan secara sosial menjadi tidak efisien.

“Akar penyebabnya karena salah satu pihak memiliki informasi yang tidak sama dengan pihak lain, baik secara kuantitas maupun kualitas. Penyebab lainnya, sekalipun keduanya memiliki informasi yang sama, tetapi kecepatan dan kemampuan mengolah informasi pasti berbeda," katanya.

Ia menyatakan informasi asimetris sangat krusial tidak hanya saat perumusan kebijakan, tetapi terjadi pula pada tahap implementasi.

FEB UGM Masuk dalam Daftar 38 Sekolah Bisnis yang Jamin Kualitas Pendidikannya

Penting bagi pengambil kebijakan untuk memberikan informasi yang cukup, membangun kapasitas masyarakat, menentukan timing kapan kebijakan publik sebaiknya diambil dan pemilihan argumentasi yang sederhana tetapi mudah dimengerti.

Menurutnya, selama lima tahun terakhir bisa menjadi saksi bagaimana komunikasi publik dilakukan dengan baik.

Misalnya soal kebijakan pengalihan subsidi bahan bakar minyak di tahun 2015 yang diberikan untuk pembiayaan yang lebih produktif, diimbangi dengan pengalihan subsidi barang yang selama ini tidak tepat sasaran menjadi subsidi untuk masyarakat/orang yang memerlukan.

“Evidence-Based Policy menjadi salah satu alternatif untuk meminimalkan atau memperkecil informasi asimetris. Evaluasi dampak atas kebijakan menjadi penting terutama saat diseminasi informasi publik. Berbagai contoh tersebut menunjukan bahwa informasi asimetris harus diperkecil agar resistensi yang berakibat kegagalan kebijakan dapat dihindari," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved