Erick Thohir Siap Tutup Perusahaan BUMN yang Tak Jelas dan Tidak Menguntungkan

Erick Thohir mengatakan, karena banyaknya perusahaan BUMN, dia sampai tak ingat nama-nama jajaran direksinya.

Erick Thohir Siap Tutup Perusahaan BUMN yang Tak Jelas dan Tidak Menguntungkan
www.instagram.com/erickthohir
Erick Thohir. 

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana ingin menutup atau menggabungkan perusahaan-perusahaan plat merah yang tak menguntungkan.

Sebab, saat ini Erick merasa perusahaan BUMN terlalu banyak.

Tak hanya itu, ada beberapa perusahaan plat merah yang tak sesuai core bisnisnya.

“Kalau perusahan-perusahaan enggak jelas, lebih baik dimerger atau dilikuidasi,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Saat ini, lanjut Erick, dirinya masih menunggu restu dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menata perusahaan-perusahaan BUMN.

“Kita sedang menunggu peraturan yang akan diputuskan Menteri Keuangan bersama Presiden bahwa kita sebagai yang mengelola aset boleh diberi hak memerger dan menutup,” kata Erick.

Erick menambahkan, saat ini jumlah perusahaan BUMN ada 142.

Jumlah tersebut belum termasuk anak cucu usaha perusahaan BUMN.

Mantan Ketua Inasgoc itu pun berseloroh, karena banyaknya perusahaan BUMN, dia sampai tak ingat nama-nama jajaran direksinya.

“Karena imposible siapapun menterinya memanage 100 perusahaan, kalau background entrepeneur paling kita juga ingat direksi kita jumlahnya 8 sampai 12,” ucap dia. (*/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mau Tutup Perusahaan BUMN yang Tak Jelas, Erick Thohir Tunggu Restu Jokowi"

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved