Vonis Kasus Rehabilitasi SAH

JCW Berharap Vonis Kasus Suap SAH Bisa Ungkap Kasus Korupsi Lain di Kota Yogyakarta

JCW Berharap Vonis Kasus Suap SAH Bisa Ungkap Kasus Korupsi Lain di Kota Yogyakarta

JCW Berharap Vonis Kasus Suap SAH Bisa Ungkap Kasus Korupsi Lain di Kota Yogyakarta
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Terdakwa kasus operasi tangkap tangan KPK pada kasus proyek suap saluran air hujan pemkot Yogyakarta, Gabriella Yuan Anna Kusuma mengikuti sidang dengan agenda pembacaan vonis di pengadilan Tindak pidana korupsi, Kota yogyakarta, Kamis (16/1/2020). Dalam sidang tersebut terdakwa divonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Vonis 1 tahun 6 bulan yang dijatuhkan majelis hakum Pengadilan Tipikor Yogyakarta terhadap Gabriella Yuan Anna Kusuma dalam kasus suap saluran air hujan (SAH) Supomo sudah dipredisiksi oleh Jogja Corruption Watch (JCW).

JCW memang cukup intens dalam mengawal kasus suap Rehabilitasi Saluran air hujan (SAH) Supomo cs yang melibatkan satu jaksa fungsional Kejari Yogyakarta, Eka Safitra dan Jaksa Kejari Surakarta, Satriawan Sulaksono.

Aktivis JCW, Baharuddin Kamba mengatakan pihaknya telah memprediksi putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK.

" Sesuai dengan prediksi JCW bahwa vonis untuk terdakwa Gabriella yakni 1 tahun dan 6 bulan, denda 100 juta subsider 3 bulan penjara. Artinya, vonisnya 2/3 dari tuntutan JPU yakni 2 tahun penjara,"katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (16/01/2020).

Menurut dia, ada fakta persidangan yang menarik, yaitu soal kerugian terdakwa yang mencapai Rp 1 miliar dari proyek SAH.

BREAKINGNEWS : Terdakwa Kasus Suap Rehabilitasi SAH Soepomo Cs, Gabriella Divonis 1 tahun 6 Bulan

Vonis 1 Tahun 6 Bulan, PH Gabriella Terdakwa Kasus Suap SAH Soepomo Akan Berkonsultasi Lebih Dulu

"Ada yang menarik, Gabriella menyatakan kerugian Rp1Miliar. Nah tapi apakah kerugian ini nanti bagian lain dari kasus SAH. Misalnya, terdakwa melalui kuasa hukumnya dapat mengajukan gugatan lain, misalnya gugatan perdata atas kerugian yang dialaminya,"ujarnya.

"Tapi nanti kita lihat apakah langkah itu diambil terdakwa atau tidak,"sambungnya.

Ia berharap dengan terbongkarnya kasus suap di DPUPKP Kota Yogyakarta, dapat membuka kasus korupsi lain di Yogyakarta.

Menurut dia, selama baik Eka Safitra dan Gabriella Yuan Anna Kususma sama-sama menarik dan mengungkap fakta-fakta baru.

"Ya harapannya gitu (membuka kasus lain). Kan awal sidang kemarin jaksa tidak masuk pokok perkara kasus SAH tetapi ada uang yang ada di DPUKP yang berasal dari pemenang proyek sebagai tanda terima kasih, selain sumbangan dari karyawan di DPUKP,"lanjutnya.

Meski demikian fakta-fakta persidangan masih membutuhkan bukti yang kuat, agar bisa menjadi pintu masuk kasus yang lain. JPW berkomitmen akan mengawal kasus rehabilitasi SAH Supomo cs hingga putusan majelis hakim. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved