Bawa Celurit Untuk Tawuran, Dua Pelajar di Magelang Digelandang Polisi

Bawa Celurit Untuk Tawuran, Dua Pelajar di Magelang Digelandang Polisi

Bawa Celurit Untuk Tawuran, Dua Pelajar di Magelang Digelandang Polisi
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi tawuran

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dua orang pelajar SMK di Kabupaten Magelang ditangkap oleh petugas kepolisian karena kedapatan membawa senjata tajam.

Senjata tajam jenis celurit itu dibawa oleh kedua tersangka pada aksi tawuran yang digagalkan oleh petugas kepolisian di Salam, Magelang beberapa waktu lalu.

Kedua tersangka berinisial SW (17), Warga Dukun, Magelang dan RA (17), Warga Borobudur, Magelang.

Para tersangka yang masih anak tersebut berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Magelang.

"Awal bulan Januari 2020 kemarin, kami mendapati beberapa siswa SMK kedapatan membawa sajam. Jenisnya celurit dan buatan sendiri. Kita dapati di wilayah Salam, kami mendapat informasi ada pelajar yang akan tawuran. Kemudian, Polsek Salam mendatangi dan didapati ada beberapa siswa yang membawa sajam jenis celurit," kata Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, Selasa (14/1/2020).

Eko mengatakan, para pelajar ini hendak merencanakan tawuran, dengan salah satu SMK yang lain.

Mabuk Kecubung, Pemuda di Magelang Mengaku Tanpa Sadar Mencuri Tabung Gas

Namun, aksi tawuran itu berhasil diagagalkan dan didapati oknum pelajar membawa sajam. Dua orang yang tertangkap langsung digiring ke Mapolres Magelang.

Barang bukti yang diamankan yakni tiga buah celurit, tas dan jaket. Pelaku diketahui membawa sajam dengan cara disembunyikan di balik jaket dan tas.

"Ada 30 orang lebih yang merencakan tawuran. Ada dua orang membawa sajam. Sementara pelajar yang lain sudah lari saat akan ditangkap. Tersangka dua orang. Satu tersangka saat ini tidak bisa hadir. Motifnya dendam. Para pelajar ini disuruh mengambil sajam oleh orang lain di dekat sekolahnya," katanya.

Kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UURI No.12 tahun 1951 tentang Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman Penjara 10 tahun. Kendati demikian, tersangka merupakan anak dan saat ini masih berstatus pelajar, sehingga proses hukum akan dilaksanakan sesuai UU peradilan Pidana Anak. (Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved