Duo EX Seventeen Rilis Single Perdana Bait Terakhir

YudhyDoni Project yang baru saja merilis single perdana berjudul Bait Terakhir

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Dok Pribadi
Duo Yudhy Doni Project rilis single perdana berjudul Bait Terakhir. Mantan gitaris dan vokalis band Seventeen ini merilis single perdana Bait Terakhir untuk mengenang dan memberi penghormatan kepada para personel dan kru Seventeen yang menjadi korban peristiwa alam pada bulan Desember 2018 silam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Melalui lagu sebuah pesan dan ungkapan perasaan dituangkan. Hal ini juga dilakukan oleh duo bernama YudhyDoni Project yang baru saja merilis single perdana berjudul Bait Terakhir.

Duo ini dihuni oleh Yudhy Rus Harjanto dan Doni Saputro, keduanya adalah mantan personel band Seventeen di era awal awal menapaki industri musik tanah air tahun 2000 an.

Yudhy yang pernah menjadi gitaris dan Doni yang pernah menjadi vokalis Seventeen ini sepakat membentuk project YudhyDoni beberapa waktu setelah sebuah peristiwa alam merenggut nyawa para personel dan kru Seventeen di bulan Desember tahun 2018 silam.

Melalui single perdana berjudul Bait Terakhir inilah, baik Yudhy maupun Doni mengenang mendiang kawan kawan seperjuangannya dulu ketika meniti karir di dunia musik.

Yudhy menuturkan, selain ungkapan kehilangan, lagu ini juga bisa diartikan sebagai sebuah penolakan tentang kenyataan yang terjadi, namun tak kuasa menolak takdir.

Bahkan di lirik lagu yang ditulis Yudhy ini, masih ada kalimat memohon kepada Tuhan bahwa kejadian yang menimpa para personel Seventeen tak pernah terjadi.

" Ini kalau bisa boleh meminta ya jangan terjadi, karena ini sangat berat kami terima.Tapi ya gimana lagi, takdir kita ngga tahu," ungkap Yudhy.

Ide lagu berjudul Bait Terakhir sendiri ia dapatkan dari salah satu relawan saat kejadian yang mengirim pesan melalui akun Instagram kepada dirinya.

Relawan tersebutlah yang membantu memberikan informasi dan menguatkan dirinya agar mengikhlaskan kepergian teman temannya.

Relawan tersebut memberikan informasi melalui sebuah foto dan video yang memperlihatkan 4 jenazah, yakni jenazah Herman , Bani , Oki dan Ujang yang sudah di jajar untuk memastikan bahwa ini semua personel dan kru seventeen, meskipun belum ketemu semua.

"Relawan itu lah yang menyemangati saya dengan tulisan, Mas yang sabar yang tabah dan ikhlas. Mas harus tetap berkarya dan saya sebagai relawan dan penggemar sampean memohon ini bukan sebuah bait terakhir untuk mas yud melanjutkan perjuangannya. Kalimat ini yang saya kutip dan membuat saya teringat terus dan kata bait terakhir itu terekam terus di otak saya," ungkap Yudhy.

Totalitas Jomblo Cari Jodoh, Pasang Iklan Rontek di Pinggir Jalan untuk Pikat Pasangan

TEASER Drama Korea Terbaru The Game: Towards Midnight, Bersiap Taecyeon Balik ke Layar Kaca

Mendapatkan semangat tersebut, Yudhy pun mencoba membuat lagu sebagai bentuk rasa cinta dan penghormatan bagi rekan main band yang sudah ia anggap sebagai keluarga.

Diakui Yudhy, sangat sulit menghindar dari bayangan kejadian yang menimpa band yang membesarkan namanya tersebut.

Namun ia mencoba melawannya dengan pergi ke pantai dan melihat ombak. Lagu berjudul Bait Terakhir pun akhirnya selesai ia tulis dan segera menghubungi Doni untuk berdiskusi dan kemudian merekamnya di studio.

"Proses pembuatan lagu bait terakhir di Pantai Ciletuh Geopark Sukabumi karena saya tinggal di Sukabumi. Saya ke pantai terdekat untuk melawan trauma walau saya ngga ikut kejadian tapi lihat laut saya takut. Proses penulisan dan beres lagu dari malam hari sampai subuh di pinggir pantai. Rekaman sendiri hanya 2 hari di Sukabumi, take vocal di Jogja 1 hari, mixing mastering 1 hari oleh mas Willy Subakti di Sukabumi, "ungkap Yudhy.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved