Bisnis

Museum History of Java Siapkan Suguhan Tematik Tiap Bulan

konsep tematik ini dihadirkan untuk menciptakan suasana berbeda agar pengunjung tidak bosan. Menurutnya, museum juga bisa mengikuti tren dan tak melul

Museum History of Java Siapkan Suguhan Tematik Tiap Bulan
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Museum History of Java akan menyuguhkan konsep tematik berbeda tiap bulannya untuk memberikan kejutan pada pengunjung 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum History of Java menyiapkan berbagai atraksi menarik menyambut 2020.

Salah satunya yakni dengan menyuguhkan konsep tematik tiap bulannya.

Konsep tematik ini juga menjadi yang pertama di dunia permuseuman di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

CEO Marcomm D’Topeng Kingdom Group History of Java Museum, Elly Halsamer mengatakan konsep tematik ini dihadirkan untuk menciptakan suasana berbeda agar pengunjung tidak bosan.

Menurutnya, museum juga bisa mengikuti tren dan tak melulu berkaitan dengan hal-hal kuno.

Keseruan Anak-anak saat Berinteraksi dan Bermain Dakon Bersama di Museum History of Java Bantul

"Ini khasanah baru bagi permuseuman, terobosan membuat pengunjung tidak jenuh. Museum kita harus museum yang hidup," ujar Elly pada Tribun Jogja, Jumat (10/1/2020).

Lanjutnya, akhir tahun 2019 lalu Museum History of Java juga telah menyuguhkan konsep tematik tersebut untuk momen Halloween dan Natal.

"Kemarin temanya jadi zombie, dan story teller saat Natal menjadi Sinterklas tapi memakai busana Jawa. Ini sesuatu yang lain. Nanti mungkin saat Hari Kartini akan ada flashmob, berkonde sambil menari," paparnya.

Awal tahun ini, pada momen Imlek juga akan disuguhi tema khas dengan dekorasi dominan merah hingga pohon angpao.

"Untuk Imlek juga, akan kami merahkan dekorasinya, ada pohon angpao untuk para pengunjung," kata Elly.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah merancang tema bulan Oktober nanti dengan tema dan acara yang unik.

Ribuan Pelajar Ramaikan Lomba Dakon di Museum History Of Java Bantul

Museum History of Java yang terletak di Jalan Parangtritis ini akan menyuguhkan tema Masa Panen Eropa.

"Oktober ada Oktober Fest, masa harvest di Eropa. Semua story teller berkostum ala Eropa. Dan akan dibuat setting suasana seperti masa panen di Eropa. Tentunya setiap bulan ada tema yang berbeda-beda juga," ujarnya.

Elly berharap dengan adanya konsep tematik ini, museum History of Java dapat lebih dekat khususnya bagi kaum muda.

"Museum boleh berisi benda kuno tapi memberikan balutan modern, dengan kekuatan digital IT, dan menghibur kawula muda dengan tematik ini. Kami ingin memulai sebagai pionir museum dengan konsep ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved