Bisnis
Warga Bantul Ajak Tetangga Sekitar Tekuni Kerajinan Macrame
Home decor seperti hiasan dinding, tirai, hingga bingkai cermin menjadi yang paling banyak dipesan.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Macrame atau kerajinan dari simpul tali membuat Baeq Amiliya Novianti jatuh hati.
Mengenal macrame sejak 2017 silam, Baeq kini menekuninya sebagai usaha.
Berbagai macam produk ia buat mulai dari gantungan pot, tirai, hingga bingkai cermin.
Baeq banyak menggunakan tali kur dan tali katun sebagai bahan membuat macrame.
• Mengintip Peluang Bisnis dari Kerajinan Berbahan Clay Tepung
Macam-macam motif dan pola macrame ia pelajari sendiri melalui YouTube.
Tak mau sendirian, ia juga mengajak tetangga di sekitar rumahnya untuk membuat berbagai produk macrame.
Alasannya sederhana, ia ingin para tetangganya yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga tetap produktif.
"Kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Biar ada kegiatan yang produktif. Mengerjakannya juga bisa dibawa pulang ke rumah," ujarnya pada Tribunjogja.com, Rabu (20/11/2019).
Usaha yang ia usung bernama Vivi Macrame ini pun terbuka bagi siapa saja yang ingin turut membuat macrame.
• Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama
Baeq mengaku, banyak ibu-ibu yang datang untuk belajar membuat macrame.
"Banyak yang datang pergi. Kalau yang masih setia sampai sekarang ada lima orang," ungkapnya. Bersama lima orang ini, Baeq banyak menerima pesanan dari perusahaan ekspor kerajinan dan pesanan perseorangan.
Kebanyakan pesanan berupa home decor seperti hiasan dinding, tirai, hingga bingkai cermin.
Selain home decor, Baeq juga membuat produk lainnya seperti gantungan kunci hingga tas.
• Warga Yogyakarta Meraup Rupiah dari Kerajinan Decoupage
"Selain pesanan dari perusahaan ada yang pesan langsung ke saya lewat Instagram @vivi_macrame_jogja. Sama biasanya dari mulut ke mulut," ujar Baeq yang tinggal di Dusun Nglorong, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong ini.
Harga produknya pun bervariasi tergantung bahan dan tingkat kesulitan membuatnya.
"Beda motif beda tingkat kesulitannya. Makanya harga juga tergantung motifnya," kata Baeq.
"Gantungan kunci mulai Rp5000, kalau tirai ada yang sampai Rp500.000," tambahnya.
• Mantap Keluar dari Karyawan Pabrik, Sri Wahyuni Sukses Geluti Bisnis Kerajinan Tali
Dua tahun berjalan, Baeq tak merasa menemukan kesulitan berarti dalam usahanya.
Ia dibantu pemerintah kecamatan untuk mengembangkan usahanya dengan mengikuti berbagai pameran di tingkat kabupaten.
Ia berharap usahanya makin berkembang dan dapat membuma show room atau galeri.
Juga, ia berharap dapat lebih banyak membantu ibu-ibu lainnya untuk produktif berkarya dan mandiri.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-bantul-ajak-tetangga-sekitar-tekuni-kerajinan-macrame.jpg)