Nasional
Ada Bendung Kamijoro, Warga Bantul Bisa Tiga Kali Tanami Sawah
Bendung Kamijoro di aliran Sungai Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air minum bagi dua wilayah uta
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bendung Kamijoro di aliran Sungai Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air minum bagi dua wilayah utama.
Yakni, Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadi Mulyono mengatakan hal itu menjadi dua manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dari adanya bendungan yang ada di perbatasan wilayah Bantul dan Kulon Progo itu.
Bagi masyarakat Bantul, bendungan akan mengalirkan air baku dengan debit 25 liter per detik.
Bendungan ini mampu mengairi saluran irigasi yang melayani 2.370 hektare sawah di kabupaten tersebut.
• Jokowi Berharap Bendung Kamijoro Dongrak Kesejahteraan Petani
"Saat ngga ada irigasi, warga Bantul hanya satu kali tanam alias jadi tadah hujan dengan pola tanam sekali. Dengan ada ini (Bendungan Kamijoro), menjadi tiga kali setahun,"jelas Basuki seusai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan bendungan tersebut, Selasa (31/12/2019).
Adapun untuk Kulon Progo, debit air baku yang bisa dimanfaatkan melalui bendungan ini sebesar 475 liter per detik.
Debit itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi kawasan ekonomi khusus, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), maupun area perkotaan.
Kementerian PUPR menurut Basuki sedang merancang water treatment plant atau instalasi pompa dan pengolahan air baku dari Bendung Kamijoro.
Diharapkannya 2020 nanti instalasi itu bisa segera dibangun dan pengolahan air baku SUngai Progo untuk air minum bisa segera dibikin.
"Mudah-mudahan, 2-3 tahun lagi bisa untuk bikin air minum," kata Basuki.
Pemerintah pusat menggelontorkan dana hingga Rp209 miliar untuk membangun Bendung Kamijoro.
Infrastruktur ini merupakan hasil pengembangan dari bendungan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada 1927.
Pada sekitar tahun 2000, dibangun instalasi intake di bendungan tersebut untuk mengalirkan air Sungai Progo menuju saluran irigasi Bantul melalui terowongan.
• BREAKING NEWS : Presiden Jokowi Resmikan Bendung Kamijoro di Kulonprogo
Menurut Basuki, intake ini sempat ambrol akibat aktivitas penambangan pasir di wilayah hilir sehingga air tak bisa masuk ke terowongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/presiden-jokowi-resmikan-bendung-kamijoro.jpg)