Bantul

Polres Bantul Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Kasus Ayu

Berkaca hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan tulang-belulang itu, Ayu diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kebun Bambu, lokasi penemuan kerangka manusia di Karangjati Desa Bangunjiwo Kasihan Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Polres Bantul terus mendalami penyebab kematian Ayu, yang kerangkanya ditemukan di sebuah tanki septic di Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, terdapat tujuh saksi yang telah diperiksa.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengungkapkan, Ayu diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Menurutnya, dugaan tersebut beralasan jika berkaca hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan tulang-belulang itu.

Misteri Kerangka di Septic Tank di Bantul : Kondisi Ayu Selisa Saat Bertemu Saudara Kembarnya

"Patut diduga seperti itu, karena ditemukannya di dalam septi tank. Tak mungkin ya kalau terperosok, karena penutupnya itu kan terbuat dari beton juga," katanya, saat dikonfirmasi Senin (30/12/2019).

Pelaku pembunuhan pun mengarah pada Edi Susanto, yang tak lain merupakan suami Ayu.

Namun saat ini, yang bersangkutan telah meninggal dunia, setelah gantung diri beberapa bulan lalu.

Dugaan tersebut, diperkuat surat wasiat yang ia tinggalkan.

"Mbak Tini mamak tulung dijogo, atine digawe seneng yo mbak Tini. AKU AREP NUTUTI SIMBOK TUO KARO BOJOKU: AYU SHELLISA. Pesenku ojo congkrah mergo bondo karo sedulure dewe. Aku ra trimo nek wong tuo pileh kaseh!!!" ucap Edi lewat surat wasiatnya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Pelaku diduga suami korban sendiri yang meninggal karena gantung diri. Kenapa? Karena orang tua bilang, bahwa Edi pernah melakukan tindak kekerasan pada Ayu," ungkap Kapolres.

Meski begitu, pihaknya tak akan berhenti mencari petunjuk lain, karena disinyalir terdapat kemungkinan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus ini.

Tetapi sampai sejauh ini, kepolisian belum memiliki bukti kuat yang mengarah pada kemungkinan tersebut.

"Tentu, kita akan perdalam dari keterangan saksi-saksi maupun alat bukti yang ada, apakah ada keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan ini," katanya.

"Masih ada saksi-saksi yang akan kita periksa lagi. Mungkin, misalnya pihak kedokteran forensik juga akan kita periksa. Lalu, beberapa orang yang pertama mendengar informasi tersebut," imbuh Wachyu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved