Soccer Style

Konser From Terrace to The Stage, Ruang Ekspresi Suporter PSIM Jogja

Ketua panitia FTTS, Angger Woro menjelaskan gagasan perhelatan ini adalah memberikan panggung pada band-band lokal di Yogyakarta, terutama yang memili

Konser From Terrace to The Stage, Ruang Ekspresi Suporter PSIM Jogja
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Berawal dari keresahan makin berkurangnya pagelaran musik underground di Yogyakarta serta seniman musik lokal yang lambat laun mulai menepi dari ingar bingar panggung musik, komunitas pendukung PSIM Jogja 'Lamindet Society' menggelar event bertajuk From Terrace to The Stage (FTTS) di Jogja National Museum, Minggu (22/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berawal dari keresahan makin berkurangnya pagelaran musik underground di Yogyakarta serta seniman musik lokal yang lambat laun mulai menepi dari ingar bingar panggung musik, komunitas pendukung PSIM Jogja 'Lamindet Society' menggelar event bertajuk From Terrace to The Stage (FTTS) di Jogja National Museum, Minggu (22/12/2019).

Ketua panitia FTTS, Angger Woro menjelaskan gagasan perhelatan ini adalah memberikan panggung pada band-band lokal di Yogyakarta, terutama yang memiliki lagu bertema sepak bola khususnya PSIM.

"Banyak kelompok suporter maupun individu pecinta PSIM membuat karya bertema PSIM, namun minim ruang ekspresi," kata Angger ditemui di sela acara.

Pemain Lama Prioritaskan PSIM Yogyakarta

"Melalui acara ini juga diharapkan audience dapat saling berbagi energi positif, bersosial membangun jaringan pertemanan, dan mendapatkan banyak pengertian baru tentang musik underground dan sepakbola, dan bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mengakomodir kegiatan positif serupa," tambahnya.

Lebih lanjut Angger menjelaskan, konsep acara yang diusung masih seperti tahun sebelumnya yakni kombinasi antara musik dan sepakbola.

Melalui dua hal tersebut, FTTS ingin merangkul dan mendukung potensi seniman musik dengan berbagi ruang untuk mereka agar tetap berkarya di dunia musik.

Musisi lokal yang ambil bagian di FTTS edisi 2019 diantaranya Andry Priyanta, Barley Hoops, DOM 65, The Glad, Since K.O, Lads Oi! dan beberapa lainnya.

Tak Ambil Pusing Soal Rumor Transfer, Ichsan Pratama : Saya Masih Pemain PSIM Yogyakarta

Lebih dari acara musik, Angger mengatakan FTTS bagi Lamidet Society adalah bentuk ungkapan keresahan pada realitas keseharian kehidupan khusus nya di Jogja.

Nah musik merupakan medium untuk mendorong pikiran-pikiran kritis lahir.

Sejalan dengan hal tersebut, mereka juga menyatire soal UMR Jogja yang rendah.

"Terpenting adalah memberikan hiburan sih, di Jogja ini setiap event musik harga tiket Rp 50 ke atas, untuk orang-orang dengan UMR Jogja kan pasti juga eman to," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved