Bisnis

UMKM Harus Bisa Manfaatkan Kehadiran Fintech

Hilman memandang, fintech merupakan sebuah wujud kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk mengakses modal

UMKM Harus Bisa Manfaatkan Kehadiran Fintech
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mendukung UMKM untuk memanfaatkan e-commerce dan fintech didasari dengan kehati-hatian 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UMKM didorong untuk dapat memanfaatkan financial technology (fintech).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan.

Menurutnya UMKM bisa memilih fintech yang sudah berizin dan terdaftar di otoritas.

Hilman memandang, fintech merupakan sebuah wujud kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk mengakses modal.

"Dengan berbagai kemudahannya saya yakin itu akan memberikan manfaat kepada pelaku UMKM. Bedanya fintech dengan bank, kalau di bank masih diatur berbagai peraturan, banyak syarat yang diperlukan. Kalau fintech lebih ringan syaratnya," ujarnya pada Tribun Jogja, Kamis (19/12/2019).

Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Center Kabupaten Magelang Resmi Dibuka

Namun Hilman tetap menekankan agar jangan malas mencari informasi terkait fintech yang dipilih.

Hal tersebut dilakukan agar terhindar dari berbagai kemungkinan dirugikan oleh fintech yang tidak bertanggungjawab.

"Tapi ingat, fintech yang mana dulu yang dipilih oleh UMKM. Banyak sekali. Cari fintech yang sudah terdaftar di otoritas. Itu yang paling penting. Saya sangat mendukung UMKM memanfaatkan kehadiran fintech," katanya.

"Jangan sampai di ujung memberatkan usahanya. Karena banyak kejadiannya sekarang, kesulitan usaha, lalu tidak membaca ketentuannya. Karena dapat uang langsung samber aja karena butuh modal," paparnya.

Ia juga menekankan agar tidak sembarangan memberikan data pribadi supaya tidak disalahgunakan. "Jangan gampang memberi data pribadi yang sifatnya tidak perlu," ujarnya.

Marak Fintech Lending Ilegal, Masyarakat Dituntut Lebih Cerdas Memilih

Selain fintech, Hilman juga ingin pelaku UMKM memanfaatkan kehadiran e-commerce untuk pemasaran produk.

"Kita juga harus ingat bahwa sekarang kita juga mengenal e-commerce. Ini juga bisa sangat penting dimanfaatkan UMKM untuk memasarkan produknya. Kan sudah banyak e-commerce yang digunakan. UMKM bisa lebih gampang, terbuka, memiliki sarana untuk memasarkan produknya," jelasnya.

Data BI DIY menunjukkan, fintech dan e-commerce dapat membuka peluang inklusivitas ekonomi-keuangan kepada 51% penduduk unbanked dan 59,7 juta UMKM.

Perluasan inklusivitas ini terlihat pada jejaring yang dibangun oleh sejumlah fintech dan e-commerce besar.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved