Terinspirasi 'Panji Petualang', Bocah SD Kena Gigit Saat Memandikan Ular Temuannya
Mengaku terinspirasi dari tayangan Panji Petualang, seorang bocah SD nekat memandikan ular yang baru saja ia temukan
Mengaku terinspirasi dari tayangan Panji Petualang, seorang bocah SD nekat memandikan ular yang baru saja ia temukan. Hasilnya, anak berinisial RAS (8) ini pun digigit ular tersebut di jari telunjuknya.
Akibat gigitan ular tersebut, RAS terpaksa harus dirawat secara intensif di ruang Instalasi Care Unit (ICU) selama dua hari di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).
Tim medis pun memberikan serum anti bisa ular usai digigit pada Minggu (15/12/2019).
Setelah masuk ruang ICU, menurut Humas RSUI Kinanti, kemudian RAS langsung dibawa ke ruang Pediatric Intermediate Care Unit (PIMCU) untuk pemantauan lebih lanjut oleh dokter.
Meskipun kondisinya dinyatakan telah membaik dan diperbolehkan pulang, RAS harus tetap melakukan kontrol dengan dokter RSUI pada minggu depan.
Terinspirasi Panji Petualang
Pada saat ditemui di rumahnya di Kemiri Jaya, Beji, Depok, RAS bercerita bahwa ular tersebut dia temukan di lapangan dekat Sekolah Citra Negara saat pulang bermain bola bersama temannya.
"Pas pulang main bola nemu ularnya kan dimasukan ke dalam botol terlebih dahulu terus dibawa pulang dipindahkan ke dalam toples kecil, habis itu mau dimandiin ditangkap pakai tangan eh licin terus gigit," ujar RAS (8) saat ditemui dirumahnya, Rabu (18/12/2019).
Tindakan tersebut dilakukan RAS karena dirinya terbiasa menonton Channel YouTube Panji Petualang yang berisi tayangan mengenai binatang reptil.
Dia merasa memegang ular tersebut tidak berbahaya.
"Iya suka nonton Panji, senang aja," Ujar RAS
Pertolongan penanganan gigitan ular
Kesalahan yang kerap dilakukan masyarakat dalam menangani gigitan ular menurut Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM seperti dilaporkan Kompas.com (1/10/2018) di antaranya adalah menggunakan garam.
Selain itu beberapa kesalahan lain adalah mengikat kencang, mengisap darah di area tergigit, dan cross insisi.
Ia menegaskan, darah korban gigitan ular tak perlu disedot. Hal tersebut berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebut 79 persen gigitan ular tidak melalui pembuluh darah melainkan lewat pembuluh getah bening.