Yogyakarta

Sultan HB X Angkat Bicara Soal Penggeledahan di Yogyakarta Kemarin

Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara mengenai penangkapan dan juga penggeledahan rumah di DIY terkait dengan dugaan terorisme.

Sultan HB X Angkat Bicara Soal Penggeledahan di Yogyakarta Kemarin
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara mengenai penangkapan dan juga penggeledahan rumah di DIY terkait dengan dugaan terorisme.

Sultan HB X menyebut Yogya menjadi tempat tenang dan aman bagi teroris.

Sehingga, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk melaporkan keberadaan orang asing.

“Kalau saya ya pengalaman ini (terorisme). Yogya yang tenang ada api dalam sekam. Mereka (terduga teroris) merasa aman dan bersembunyi di tempat aman,” kata Sultan HB X di Kepatihan, Kamis (19/12/2019) sore.

Densus 88 Juga Geledah Rumah Warga Bintaran Kulon Kemarin

Bisa dimungkinkan, kata Sultan, masyarakat merasa lengah dan menjadikan wilayah di DIY sebagai tempat nyaman untuk bersembunyi.

Saat ini, kata Sultan HB X, masyarakat merasa masa bodoh dengan keberadaan orang asing.

“Masyarakat masa bodoh dengan jaga baya ini. Ada kewajiban untuk lapor pak lurah dan dukuh kalau ada orang baru, ini sekarang rekoso. Pak lurah malahan yang datang,” jelasnya.

Padahal, deteksi lebih awal pada pendatang yang kos dan belum tentu mahasiswa ini diperlukan.

“Jangan masa bodoh pada penghuni baru yang tertutup,” katanya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Untuk koordinasi dengan Polda terkait hal ini, Sultan HB X menyebut Polda nantinya bisa mendalami dan bisa menyesuaikan terkait dengan peristiwa ini.

Jaga Warga ini diharapkan akan dilatih seperti satpam dan bisa menjaga keamanan desa.

“Makanya dulu, Masyarakat secara spontan bisa jadi Jaga warga. Jaga warga ini di satu sisi membantu keamanan, narkoba, dan juga orang luar masuk dan menginap desa. Termasuk, teroris, dan sebagainya,” ujar Sultan.

Menurut Sultan, Jaga Warga ini nantinya dibekali pendidikan pelatihan keamanan dari Polda DIY sehingga kemampuannya setaraf dengan satpam.

Menurut Sultan ada 10 desa yang menjadi pilot project dan sudah ada sekitar 230an Jaga Warga. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved