Jawa

Wakil Bupati : Kabupaten Magelang Darurat Sampah

Masalah sampah di Kabupaten Magelang hingga saat ini masih belum terselesaikan.

Wakil Bupati : Kabupaten Magelang Darurat Sampah
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Tahun 2019, di Atria Hotel, Selasa (17/12/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Masalah sampah di Kabupaten Magelang hingga saat ini masih belum terselesaikan.

Satu di antara persoalan seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak layak.

Wakil Bupati Magelang bahkan menilai Kabupaten Magelang saat ini sudah darurat sampah.

"TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kita sebenarnya sudah tidak layak. Sampai saat ini kalau tidak salah tingginya sudah mencapai lebih dari 10 meter. Dari kantor pemerintah daerah saja, kalau ada angin sudah mulai bau," ujar Edi Cahyana saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Tahun 2019, di Atria Hotel, Selasa (17/12/2019).

Anggaran Penanganan Sampah Capai Rp 14 Miliar di Tahun 2020

Edi mengatakan, pembangunan TPA baru juga dinilai tidak mudah. TPA mesti memenuhi persyaratan berjarak minimal satu kilometer dari permukiman penduduk.

Sementara lokasi seperti disyaratkan tersebut dinilainya sulit.

"Ada persyaratan yang harus berjarak minimal 1 kilometer dari rumah atau permukiman penduduk. Cari lokasi seperti itu di Magelang sudah tidak ada," katanya.

Masalah sampah terus terjadi karena dinilai Edi, penanganannya dilakukan cuma dengan memindah sampah, tanpa pengolahan yang signifikan.

Padahal pengelolaan sampah dengan sistem 3R yakni reduce, reuse dan recycle ini dinilai sangat diperlukan.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Ia menyoroti Kota Magelang yang setiap tahun bisa mendapatkan Adipura.

Sementara, Kabupaten Magelang yang menjadi korban karena keberadaan sampahnya hanya berpindah di Kabupaten Magelang.

"Kita perlu mengelola sampah organik dan non organik sehingga tidak menimbulkan masalah," tuturnya.

Keberadaan bank sampah di Kabupaten Magelang pun mesti terus didorong dari sisi kuantitas dan kualitas, termasuk konsistensi bank sampah untuk mengelola sampah di Kabupaten Magelang.

"Bank sampah di Kabupaten Magelang masih perlu didorong dan ditingkatkan kembali karena masih 'hangat-hangat tai ayam'. Jadi kalau awal-awal begitu semangatnya, tiga bulan kemudian saya datangi sudah tampak bosan atau jenuh. Lalu lima bulan kemudian saya datangi lagi sudah tidak ada," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved