Bisnis

Peluang Bisnis Logistik Terbuka Lebar Seiring Hadirnya Bandara YIA

Peluang bisnis untuk lalu lintas barang atau logistik ini bisa menjadi peluang baik selain soal lalu lintas penumpang.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sejumlah kendaraan tampak melintas di depan area pintu masuk kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulon Progo, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pelaku bisnis di DIY masih belum siap memanfaatkan kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Hadirnya YIA bukan melulu soal lalu lintas penumpang, tapi juga lalu lintas barang.

Peluang bisnis untuk lalu lintas barang atau logistik ini bisa menjadi peluang baik selain soal lalu lintas penumpang.

"Pelaku bisnis kita, dari hasil riset Bank Indonesia, belum terlalu siap memanfaatkan kehadiran bandara. Padahal bukan sekadar lalu lintas penumpang, tapi juga lalu lintas barang atau logistik. Hasil diskusi kami dengan beberapa stakeholdres, bandara ini bisa jadi hub logistik di jawa," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indobesia DIY Hilman Tisnawan dalam paparannya pada awak media belum lama ini.

Bandara YIA Siap Sambut Musim Libur Nataru

Logistik ini bisa menjadi potensi keuntungan yang luar biasa bagi DIY karena akan menggerakkan ekonomi melalui jasa distribusi logistik hingga jasa gudang.

Hal tersebut bisa menciptakan pusat kegiatan ekonomi baru yang mendukung YIA.

Menurut Hilman, distribusi logistik ini akan terus berjalan terlebih dengan adanya e-commerce yang menggunakan jasa pengiriman barang untuk produk mereka.

"Di e-commerce, barang tidak harus di toko, tapi barang kan harus dikirim," katanya.

Ia memberi contoh, jika ada produk kerajinan dari DIY di market place kemudian dibeli oleh konsumen di luar negeri, barang akan membutuhkan pengiriman.

"Bayangkan, barang dari maupun ke luar negeri, ada barang di market place, seperti tas ada yang beli dari Jepang, untuk dapat barang ini gimana caranya? Beli di market place, barang masuk dari daerah dikirim ke Jepang," tuturnya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Atau jadi hub, barang kerajinan dari Bandung dibeli, dari bandung dikirim ke sini di perusahaan distributor di sini. Ini akan menggerakkan ekonomi," kata Hilman.

Selain itu, lanjutnya, ke depan akan ada dua pusat kegiatan ekonomi yang mendukung YIA yakni airport city dan aerotropolis.

"Pertama yang dikelola otoritas bandara, mereka punya airport city, akan ada pergudangannya. Paling penting, airport city ini lebih tertata dan lebih cepat," tuturnya.

"Ada juga aerotropolis, area di sekitar airport dengan radius 8 kilometer. Ini akan menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena di situ mulai dari packaging, produksi, lebih dekat dengan tempat pengiriman kan lebih bagus," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved