Dispar DIY Kembangkan Spot Wisata Lintang Sewu Wanawisata Budaya Mataram

Dispar DIY Kembangkan Spot Wisata Lintang Sewu Wanawisata Budaya Mataram

Dispar DIY Kembangkan Spot Wisata Lintang Sewu Wanawisata Budaya Mataram
TRIBUNJOGJA/YOSEF LEON
Sejumlah pejabat bergambar bersama usai deklarasi sinergi pariwisata Yogyakarta antara pemerintah, swasta, serta masyakarat pada Kamis (6/12) malam di Mangunan, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama sejumlah insan pariwisata daerah setempat berupaya untuk terus mengembangkan kawasan wisata di area selatan Bantul khususnya pada spot Lintang Sewu Wanawisata Budaya Mataram.

Sejumlah spot wisata di daerah tersebut diketahui tengah naik daun, sehingga potensi yang ada berusaha untuk semakin dikembangkan demi menggenjot pendapatan serta mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Wujud itu dituangkan dalam pembacaan deklarasi sinergi pariwisata Yogyakarta antara pemerintah, swasta, serta masyakarat pada Kamis (6/12/2019) malam di Mangunan, Bantul.

Sejumlah pejabat teras hadir pada kesempatan itu, yakni Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo; GM Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama; Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, Agus Trimurjanto; GM Garuda Indonesia Cabang Yogya, Ida Ayu Wayan Sri Gotami; Kepala KPw BI DIY, Hilman Tisnawan, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, serta sejumlah lainnya.

Singgih Raharjo kepada wartawan mengatakan, lokasi itu menjadi fokus pengembangan pihaknya karena sudah mempunyai dasar hukum yang cukup kuat.

BREAKING NEWS : Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Halaman Parkir Pabrik di Sewon

Pengelolaan daerah wisata itu melibatkan sejumlah dinas dan dioperasikan oleh koperasi Notowono dengan pembagian hasil 70 persen untuk masyarakat, 25 persen kepada provinsi, dan lima persen untuk koperasi.

"Anggaran pembangunan sepenuhnya dari dana alokasi khusus (DAK) pariwisata dan tahun ini kita gelontorkan Rp5,9 miliar. Kami juga akan masuk untuk menyediakan jasa pariwisatanya," urai Singgih.

Dia menambahkan, lokasi itu cukup realistis untuk dikembangkan. Pasalnya, spot agrowisata tengah digandrungi oleh sejumlah pelancong terkhusus para wisatawan mancanegara.

Maka, pihaknya lebih mengutamakan satu lokasi untuk dikembangkan sehingga efeknya bisa langsung dirasakan.

Pihaknya bersama dengan pengelola juga telah memasang fasilitas Glamping pada area itu.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved