Kota Yogya

Disdik Kota Yogya Jamin Anak Berhadapan Hukum Tetap Dapat Hak Pendidikan

Terkait dengan pelajar yang tersandung kasus hukum, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan terus menjamin pendidikan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH)

Disdik Kota Yogya Jamin Anak Berhadapan Hukum Tetap Dapat Hak Pendidikan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta prihatin atas kasus kekerasan yang melibatkan siswa SMP Kota Yogyakarta.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dedi Budiono.

Ia mengatakan saat ini pendidikan karakter sudah diterapkan di sekolah.

Namun demikian, kekerasan yang melibatkan pelajar bukan masalah penerapan pendidikan karakter saja.

Tekan Angka Kenakalan Remaja, Satpol PP Kota Yogya Petakan Wilayah Rawan

Perlu keterlibatan semua pihak, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat.

"Ya kita merasa prihatin. Beberapa waktu lalu ada kegiatan persahabatan dan lain-lain untuk menekan tingkat kenakalan remaja. Kalau itu masih terjadi, kami sangat prihatin. Semua pihak harus saling menjaga dan tidak meniadakan," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/12/2019).

"Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat penting, harus bersama-sama. Misalnya anak diberi tahu kalau merokok itu tidak baik, tetapi orangtua merokok, dan iklan rokok juga masih ada. Nah ini kan anak jadi bingung. Makanya harus bersama-sama," sambungnya.

Terkait dengan pelajar yang tersandung kasus hukum, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan terus menjamin pendidikan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Menurut dia, jika ABH ditinggalkan, justru akan membuat anak tidak terarah.

Benarkah Polusi Udara Merusak Mata?

Ia melanjutkan, masing-masing sekolah sudah memiliki tata tertib masing-masing.

Sehingga hukuman untuk siswa tergantung dari kebijakan sekolah.

"Tentu kita harus pisahkan persoalan akademik dan kriminal. Kalau persoalan kriminal tentu itu ranah kepolisian, kalau akademik ya ranah Dinas Pendidikan. Kami akan terus memenuhi hak anak, bahkan guru juga akan tetap kami kirimkan jika ditahan. Kalaupun nanti anak dikeluarkan, anak juga tetap akan mendapat haknya. Kalau anak dibiarkan, siapa yang ngurus," bebernya.

Ia berharap dengan kenakalan pelajar semua pihak harus lebih peduli pada anak.

Tidak hanya pihak sekolah saja, tetapi juga orang dan masyarakat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved