Kota Yogya

Tekan Angka Kenakalan Remaja, Satpol PP Kota Yogya Petakan Wilayah Rawan

Satpol PP terus berupaya menekan angka kriminalitas yang melibatkan para pelajar sehingga keamanan dan juga ketertiban warga masyarakat dapat terjaga.

Tekan Angka Kenakalan Remaja, Satpol PP Kota Yogya Petakan Wilayah Rawan
Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker
Kasat Pol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Yogyakarta mengakui, bahwasanya program Pantib for school masih terlalu dini dinilai sukses atau tidak dalam menekan angka kenakalan remaja.

Pasalnya, program itu masih tergolong baru diimplementasikan di sejumlah sekolah.

Pun sekolah yang tercakup masih sedikit.

"Kita kan baru rintisan program ini dan belum di semua sekolah diterapkan. Artinya belum bisa dinilai ini belum bagus atau bagaimana. Paling tidak sekolah yang menjadi fokus program itu nanti bisa kita pantau siswanya," kata Kepala Sat Pol PP Kota Yogya, Agus Winarto, Selasa (3/12/2019).

Keluarga Korban Klitih di Jalan Kenari Bersyukur Atas Perhatian Keraton Yogyakarta dan Masyarakat

Agus menjelaskan, saat ini masih terdapat tujuh sekolah yang sudah disasar dalam program itu, yakni masing-masing satu TK dan SD, dua SMP serta tiga di jenjang SMA.

Pada program awal di sekolah rintisan itu, pihaknya akan terus melanjutkan dengan menyasar sejumlah sekolah lainnya.

Setelah tahap rintisan, akan dilakukan pola pengembangan lain dengan rencana aksi baru dan juga tindakan preventif lain.

"Sebenarnya kan motifnya sama saja dan cenderung spontan dari pelakunya. Kita juga sedang lakukan pemetaan dimana mereka sering kumpul dan rawan," imbuhnya.

Benarkah Polusi Udara Merusak Mata?

Selain menguatkan program di sekolah, dia mengklaim pihaknya juga akan mengimbau ke sejumlah kampung untuk bisa melakukan tindakan yang antisipatif terhadap potensi-potensi terjadinya gesekan dan pergerakan ke arah kriminal.

Agus mengklaim, biasanya potensi itu cenderung terdapat di sejumlah warung yang buka 24 jam.

"Khususnya pada kampung yang sudah tercakup kampung panca tertib itu ya, untuk bisa mengawasi warung. Karena masing-masing wilayah kan bisa menilai bagaimana lingkungannya," ujarnya.

Dengan upaya itu, kata Agus, diharapkan angka kriminalitas yang melibatkan para pelajar bisa ditekan sehingga keamanan dan juga ketertiban warga masyarakat dapat terjaga. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved