Breaking News:

Cerita Kakek Renta Tukang Timbang Badan Keliling yang Bikin Trenyuh

Kakek penyedia jasa timbang badan keliling ini difoto oleh seorang pengguna facebook. Unggahannya ini kemudian viral di media sosial

Facebook Andi CarLife | Grup FB Loker Seluruh Jakarta
Unggahan akun Andi CarLife di grup FB Loker Seluruh Jakarta yang viral di media sosial. Foto ini memperlihatkan seorang kakek tukang timbang badan keliling 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah foto memperlihatkan seorang kakek tukang jasa timbang badan keliling viral di media sosial.

Kakek tersebut berdiri sambil melihat ke arah jarum timbangan dengan posisi badan yang sudah agak bungkuk.

Ia mengenakan topi lusuh serta sandal jepit berwarna hijau.

Sementara di depannya ada seorang remaja berseragam SMA yang sedang menimbang badan.

Dalam foto yang diunggah di grup Loker Seluruh Jakarta tersebut, terdapat keterangan tanggal pengambilan foto yakni 3 Desember 2019 jam 15.13 WIB.

Foto ini diunggah akun Andi CarLife di grup tersebut pada hari yang sama.

Unggahan Andi CarLife yang viral di media sosial memperlihatkan seorang kakek tukang timbang badan keliling
Unggahan Andi CarLife yang viral di media sosial memperlihatkan seorang kakek tukang timbang badan keliling (Facebook Andi CarLife | Grup FB Loker Seluruh Jakarta)

Hingga Rabu, 4 Desember 2019 ini, unggahan tersebut sudah dibagikan ulang lebih dari 16 ribu kali dan direspon lebih dari 35 ribu kali.

"Ga sengaja lagi ada acara sekolah poto bersama kenang2an untuk masa masa akhir sma di kawasan Kota tua Jakarta Barat. dan ga sengaja juga bertemu sang kakek. yang sangat kerja keras pantang menyerah untuk menghidupkan keluarganya, bagi kalian yang bertemu dengan kakek ini jangan lupa kalian memberi sedikit rezeki pada kakek ini dengan cara menimbang seharga 2 RIBU Rupiah yang membuat kakek ini merasa bahagia" demikian keterangan foto yang dilampirkan.

Berdasarkan keterangan, kakek tersebut sedang keliling menawarkan jasa timbangan badan di daerah Kota Tua, Jakarta Barat.

Untuk sekali timbang badan, Rp 2000.

Unggahan akun Andi CarLife di grup FB Loker Seluruh Jakarta yang viral di media sosial. Foto ini memperlihatkan seorang kakek tukang timbang badan keliling
Unggahan akun Andi CarLife di grup FB Loker Seluruh Jakarta yang viral di media sosial. Foto ini memperlihatkan seorang kakek tukang timbang badan keliling (Facebook Andi CarLife | Grup FB Loker Seluruh Jakarta)

Bagaimana respon warganet?

Guna Atmaji Motivasi : noh. Semua bisa jadi duit asal mau berusaha, halal. Beliau aja bisa yakin, berjuang. Meski tak seberapa tapi ttp bisa ngasilin dan halal. Dariapada yang nganggur kerjaanya ngeluhhh mulu karna kerja mikir gengsi.

Hardian Rezha : Sepertinya pernah liat daerah saya tinggal, kakek2 bawa timbangan jalan kaki . Saya pikir dia mau jual itu timbangannya

Timothy Condro : Masi adakah kakek ini? Bole tau adanya kapan aja? Siapa tw saat ada kesempatan bisa bantu kakek ini...

Herta Taty : Kmrin saya ketemu bapak ini di kotu saya manggil bapak nya ga dengar

Sebagian besar di antaranya memang bertanya mengenai lokasi tempat kakek itu menawarkan jasa timbang badan kelilingnya.

Sebagian lalinnya mengaku sudah pernah menyewa jasa tersebut.

Cerita Pengemis tajir

Cerita berbeda datang dari seorang pria bernama Muklis Muctar Besani.

Ia adalah seorang pengemis.

Namun bukan sembarang pengemis.

Lantaran dia ternyata membawa uang dalam jumlah fantastis, yakni hampir Rp 200 juta!

Ia ditangkap Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019).

"Tertangkap sedang mengemis di salah satu tempat di kawasan Gandaria, Ketangkap jam 9.30," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Mursyidin saat dihubungi.

Pengemis tajir bawa uang Rp194 juta ke bank
Pengemis tajir bawa uang Rp194 juta ke bank (Tribun Jakarta)

Saat diperiksa petugas, di dalam tasnya ada uang tunai total Rp194,5 juta.

Uang tersebut ditemukan dalam bentuk pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

"Itu uang dari hasil dia mengemis. Pengakuannya jika mendapat sekian puluh ribu dia tukar," terang dia.

Selama mengemis di kawasan Jakarta Selatan, dia selalu membawa uang tersebut dan dimasukan kedalam ranselnya.

Uang itu selalu Muklis bawa lantaran pengemis yang berusia 65 tahun itu tidak pernah pulang ke rumah yang berada di Ciputat.

Kini, Muklis sudah berada di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat guna dilakukan pembinaan.

Petugas juga akan mengembalikan uang kepada Muklis jika pria paruh baya itu sudah dijemput keluarga dari Panti Sosial.

"Kalau uang tidak kita ambil. Pasti nanti ditunggu dulu keluarga yang mau jemput Muklis," jelas dia.

Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Selatan memang berhasil mengamankan, Muklis, pengemis tajir yang membawa uang senilai ratusan juta rupiah.

Melansir dari Tribun Jakarta, pengemis asal Sungai Penuh, Jambi tersebut diamankan saat keluar dari Bank BNI Cabang Pondok Indah Arteri, Kebayoran Lama pada Jumat (29/11/2019) pagi.

Menurut petugas sekuriti bank, Nursalim, Muklis biasa mengemis di sekitar Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Halte TransJakarta Kebayoran Lama Bungur.

"Saya pindah ke bank ini sejak tahun 2015. Dia udah ada di sekitar sini. Mangkalnya suka di deket JPO Bungur sana," ungkapnya kepada Tribun Jakarta pada Sabtu (30/11/2019).

Nursalim melanjutkan Muklis kerap kali datang ke bank tersebut untuk menukarkan uang.

"Seminggu sekali dia pasti ke sini bawa uang buat ditukar," tambahnya.

Pihak bank dan petugas sekuriti tak merasa curiga dengan kehadiran Muklis.

Sebab, Muklis datang hanya untuk menukarkan uang.

"Tetap ngelayanin aja. Dianggapnya nasabah. Kan dia ke sini tukar uang, ya udah. Kita kan tahunya dia memang pengemis biasa," ungkapnya.

Muklis, lanjut Nursalim, tak pernah menjawab ketika ditanya oleh petugas sekuriti.

"Saya udah kenal dia lama. Tapi Orangnya enggak ngomong. Ditanya, dia enggak bakal jawab," bebernya.

Ketika beredar kabar Muklis diamankan oleh petugas sosial, pihak bank sudah tak terkejut.

Sebab, ia juga pernah ditangkap atas kejadian serupa beberapa tahun silam.

"Di grup WA banyak yang ngomongin dia. Tapi memang sebagian sudah tahu sebelumnya pernah ditangkap juga," pungkasnya.

Kepergok Mengemis di Depan Bank

Menurut salah satu petugas P3S yang menjangkaunya, Muhammad Yunus, Kakek Muklis pertama kali tertangkap basah mengemis di depan salah satu bank, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) pagi.

Ketika petugas P3S memergoki Kakek Muklis tengah mengemis, ia langsung masuk ke dalam bank.

Ketika di dalam bank, Kakek Muklis hendak menukarkan sejumlah uang.

Padahal, ia menunggu lama di dalam agar tak diamankan.

"Ditegur, dia marah dan masuk ke dalam bank. Pihak sekuriti menahan, kita masuk dan bilang tunggu sampai di luar," ungkapnya pada Jumat (29/11/2019).

Setelah Kakek Muklis keluar, ia diamankan oleh petugas sosial tersebut.

Kakek Muklis digiring masuk ke dalam mobil operasional Sudin Sosial Jakarta Selatan.

"Awalnya enggak bilang kalau mengemis. Bilangnya usaha. Namun, enggak mungkin di sini dia enggak punya rumah dan saudara," terang Yunus.

Akhirnya, Yunus mengakui bahwa ia mengemis usai dicecar sejumlah pertanyaan oleh petugas P3S berdasarkan kejadian serupa pada tahun 2017 silam.

Saat itu, Muklis juga pernah tertangkap.

Tak main-main, saat itu Kakek Muklis membawa uang senilai Rp 98 juta dari hasilnya mengamen.

Bawa Uang Rp 194 Juta di Tas Ranselnya

Usai mengaku mengemis, tas ransel dari Kakek Muklis diperiksa di dalam mobil.

Yunus mengatakan terhitung sebanyak Rp 182 juta yang berhasil dihitung oleh petugas di lapangan.

Ia melihat ada berlembar-lembar uang Rp 100 ribu sebanyak 18 ikat.

Per ikat itu senilai Rp 10 juta.

Selain itu, Yunus menemukan juga berlembar-lembar uang Rp 50 ribu di amplop terpisah senilai Rp 2 juta.

Namun, lanjut Yunus, ketika kembali dihitung ulang di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, jumlahnya Rp 194.500.000.

"Awalnya kan memang saya tanya ini dari mana? Dari usaha bengkel katanya. Namun, akhirnya dia mengaku bahwa dari hasil mengemis," terang Yunus.

Belakangan, Kakek Muklis menjadi target penjangkauan petugas sosial.

Kurang lebih selama tiga bulan, P3S berusaha melacak keberadaannya lantaran mengganggu kenyamanan masyarakat.

Sering Ditukar di Bank

Kakek Muklis kerap kali menukarkan uang Rp 500 ribu dari hasilnya mengemis ke Bank.

"Misalkan terkumpul uang Rp 500 ribu, Ia langsung tukarkan uang itu ke bank dengan pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu," ujar Yunus.

Uang dari hasilnya mengemis itu, ia selalu kumpulkan di dalam tas ranselnya. (Satrio Sarwo Trengginas/Tribun Jakarta)

Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved