Yogyakarta
Sultan HB X: Soal Sosialisasi Tol Saya Tak Mau Pengaruhi
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap proses sosialisasi pembangunan proyek jalan tol Solo-Yogya-Bawen bisa berjalan lancar.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap proses sosialisasi pembangunan proyek jalan tol Solo-Yogya-Bawen bisa berjalan lancar.
Dia juga menyebut tidak akan intervensi mengenai sosialisasi yang akan dilaksanakan di Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Rabu (4/12/2019) hari ini.
"Saya tidak mau mempengaruhi. Nanti, terserah presentasinya bagaimana," ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (3/12/2019).
• Jalan Tol Solo-Yogya-Bawen, Wilayah Sleman Ada 4 Exit Tol On/Off dan 2 Simpang Susun
Sultan mengatakan ini adalah tahapan pertama sosialisasi dan belum sampai membicarakan harga.
Dalam sosialisasj ini dipaparkan bidang tanah yang terdampak.
"Masih sosialisasi dan belum sampai pada masalah harga, " ujarnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta warga untuk bisa terbuka dan menyampaikan semua permasalahan pada tim.
Dalam sosialisasi ini, masyarakat pun diminta untuk berdialog sejelas-jelasnya mengenai tanah dan juga dampak dari tol ini.
Hal ini karena tim untuk sosialisasi ini terdiri dari berbagai macam sektor, pertanahan, jasa marga, Adhi Karya.
"Maka, komunikasikan saja. Untuk itu nanti semua akan diberikan gambaran hingga detail dan jelas, " paparnya.
• Kepala Desa di Sleman Harus Beri Informasi ke Warga Terkait Jalan Tol Jogja - Bawen & Jogja - Solo
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menambahkan, jika berjalan lancar pihaknya kemudian akan melaksanakan sosialisasi di empat desa yang berada di Kalasan.
Pihaknya pun menargetkan untuk melaksanakan sosialisasj di Kalasan pada bulan Desember ini dan selesai.
"Kecamatan Kalasan ini cukup luas dan kami targetkan juga bisa selesai pada bulan Desember ini, " ujarnya.
Beberapa hal yang penting dalam sosialisasi ini diantaranya adalah luasan tanah, bidang tanah dan nama pemilik.
Krido menambahkan, pihaknya pun akan melaksanakan validasi hingga sampai beberapa hal ini.
"Luasan tanah nanti juga akan kami sajikan. Jika ada perbedaan data nama pemilik dan luasan mungkin tidak tetlalu banyak. Ini perbedaan mutasi tanah, " jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)