Sleman

Pasar Lelang Cabai di Sleman Dinilai Sukses Tingkatkan Pendapatan Petani

Pasar Lelang Cabai di Sleman Dinilai Sukses Tingkatkan Pendapatan Petani

Pasar Lelang Cabai di Sleman Dinilai Sukses Tingkatkan Pendapatan Petani
Istimewa
Bupati Sleman Sri Purnomo bersama dengan Gubernur Bank Indonesia melaksanakan panen cabai perdana 

TRIBUNJOGJA.COM - Saat ini usaha komoditas cabai di wilayah Kabuputen Sleman telah berjalan dan berkembang dengan baik.

Hal ini dikarenakan diterapkannya pemasaran hasil panen cabai melalui sistem lelang.

Kepala Kabid Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Edy Sri Harmanto, bahwa keberhasilan petani cabai dalam mengelola hasil panen terlihat dari kinerja pasar lelang cabai.

"Pasar lelang ini bertujuan untuk mempererat jaringan pemasaran antar petani cabai," jelasnya Minggu (1/12/2019).

Adapun Kabupaten Sleman ditetapkan Kementerian Pertanian dan Pemerintah DIY sebagai sentra cabai.

Tanaman cabai ini dikembangkan di wilayah timur, tengah dan sebagian besar bagian barat seluas 1500ha.

Saat ini perkembangan usaha komoditas cabai di wilayah Sleman telah berjalan dan berkembang dengan baik di mana produktifitas cabai mencapai 9 sampai 12 ton/ha.

2020, Pemda DIY Rekrut 250 Pegawai Tidak Tetap

Menurut data dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman terdapat 11 tempat lelang atau titik kumpul yang tersebar di wilayah Keamatan Tempel, Turi, Ngaglik, Kalasan, Pakem dan Kecamanatan Ngemplak.

Keberadaan Pasar lelang yang awalnya diinisiasi oleh para petani dan didukung Bank Indonesia bersama Pemda Sleman merupakan upaya mendorong peningkatan efisiensi dan efektifitas distribusi barang.

Dilihat dari sisi ekonomis, pasar lelang ini memberikan keleluasaan kepada petani-petani untuk menentukan sendiri harga cabai sehingga dapat meningkatkan harga cabai itu sendiri.

Sedangkan dari sisi non ekonomis, keberadaan pasar lelang ini memberikan daya tarik tersendiri bagi pedagang lokal maupun luar daerah untuk berpartisipasi di dalamnya sehingga dapat mempersingkat rantai nilai jalur pemasaran.

"Model Pasar Lelang memperlihatkan tidak ada dominasi dalam rantai pemasaran sehingga petani mendapatkan keuntungan yang seimbang," jelasnya.(Tribunjogja/Santo Ari)

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved