KONI Kota Yogya Gelar Rapat Kerja, Bahas Program Kerja 2020

KONI Kota Yogya menggelar rapat kerja guna menyusun program kegiatan di tahun 2020 mendatang di Balaikota Yogya

KONI Kota Yogya Gelar Rapat Kerja, Bahas Program Kerja 2020
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Penyusunan pogram/kegiatan KONI Kota Yogya di Balaikota Yogya, Sabtu (30/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogya menggelar rapat kerja guna menyusun program kegiatan di tahun 2020 mendatang di Balaikota Yogya, Sabtu (30/11/2019) kemarin.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Yogyakarta, Pradopo dalam laporannya menyampaikan kepada pengkot masing-masing cabor untuk turut berkontribusi menuangkan segala bentuk program dan kegiatan.

Hal tersebut supaya menjadi acuan bagi KONI Kota Yogya dalam menentukan program kerja di tahun 2020 mendatang.

"Ketum selaku pimpinan beserta jajaran akan membuat kebijakan serta menyiapkan langkah apa yang harus dipersiapkan khususnya untuk 2021, menghadapi Porda DIY yang digelar di Sleman," kata Pradopo.

"Pengkot masing-masing cabor sudah mendapat hasil dari Porda 2019 yang telah kita lalui. Nah dari sini kita tentukan langkah-langkah ke depan sampai benar-benar jadi juara umum di Porda DIY ke-16 nanti," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Yogyakarta, Budi Santoso yang mewakili Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi juga berharap agar Pengkot tidak ragu-ragu dalam menyusun program kegiatan.

15 Atlet Berlaga di SEA Games 2019 Filipina, Ini Harapan KONI DIY

Pasalnya, Budi Santoso menilai pembinaan atlet lebih penting dibandingkan dengan capaian hasil.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari pembinaan itu menurutnya nanti akan bisa dicapai hasil yang terbaik, pihak KONI Kota Yogya kemudian akan menindaklanjuti susunan program kegiatan melalui tim konsinyering yang bertugas memilah mana yang penting dan harus disetujui dan mana yang tidak.

"Kami berharap kesempatan seperti ini betul-betul kita gunakan untuk sharing dan jangan ragu-ragu karena menyangkut di dalam penyusunan program kegiatan. Seandainya keliru, nanti tentunya pencapaian tidak optimal," ujar Budi.

"Melalui pertemuan ini bisa membuka mata kita bahwa ini penting tidak cuma capaian Porda DIY saja. Tapi bagaimana pembinaan itu yang penting. Membina itu lebih penting, kalau hasil itu kan dari proses pembinaan. Sehinga proses pembinaan yang harus betul-betul diperhatikan," tandasnya.(Tribunjogja/Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved