CPNS 2019

Pertimbangkan Pilih Formasi, Ada Denda Rp25 Juta-Rp100 Juta Jika Lolos CPNS Tapi Mengundurkan Diri

Imbauan ini berkaitan dengan surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang didaftar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apa pun

Pertimbangkan Pilih Formasi, Ada Denda Rp25 Juta-Rp100 Juta Jika Lolos CPNS Tapi Mengundurkan Diri
capture
Pendaftaran CPNS 2019 

Pertimbangkan Pilih Formasi, Ada Denda Rp25 Juta-Rp100 Juta Jika Lolos CPNS Tapi Mengundurkan Diri

TRIBUNJOGJA.COM - Para pelamar pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sebaiknya mempertimbangkan memilih formasi maupun instansi.

Soalnya, jika peserta lolos seleksi CPNS harus bersedia mengabdi pada instansi yang didaftar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apa pun paling singkat selama 10 tahun sejak TMT PNS.

Lalu ada sanksi bagi mereka yang mundur setelah dinyatakan lolos CPNS 2019. 

Imbauan itu disampaikan Badan Kepegawaian Negara melalui akun Twitter BKN, @BKNgoid, Minggu (24/11/2019).

Imbauan ini berkaitan dengan surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang didaftar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apa pun paling singkat selama 10 tahun sejak TMT PNS.

Pengisian Formasi
Pengisian Formasi (sscn.bkn.go.id)

Ada sanksi bagi mereka yang mundur setelah dinyatakan lolos CPNS 2019. Sanksi itu berupa administrasi ataupun denda yang besarannya ditentukan masing-masing institusi.

Berdasarkan Peraturan Menpan RB Nomor 23 Tahun 2019, jika peserta dinyatakan lulus dan mengajukan pindah, maka yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri.

Adapun sanksi yang diberikan berdasarkan peraturan tersebut: Jika peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan kemudian mengundurkan diri, akan mendapatkan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan pegawai negeri sipil untuk periode berikutnya.

Saat dikonfirmasi oleh Kompas.com terkait sanksi ini, Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono mengatakan, ketentuan sanksi diserahkan kepada masing-masing institusi. "Setiap instansi berbeda sanksinya," kata Paryono, saat dihubungi pada Senin (25/11/2019) pagi.

Halaman
1234
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved