Bisnis
Mendulang Omset Ratusan Juta Rupiah dari Limbah Plastik PVC
Sampah plastik berjenis Poly Vinyl Chloride (PVC) diolah menjadi pipa. Kini, ia mampu memproduksi maksimal sekitar 2.000 batang pipa per hari.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Tidak ada jalan yang singkat untuk menekuni dunia usaha, apalagi berkeinginan untuk besar dan berkembang.
Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk Boy Candra.
Setelah puluhan tahun menekuni dunia usaha dan tentu saja jatuh bangun, kini ia fokus mengolah onggokan sampah plastik menjadi pipa.
Boy pernah merasakan kejayaannya sewaktu menjalani usaha otomotif di Jakarta.
Sebelum reformasi, bisnisnya sukses bukan kepalang.
• Jaringan Pipa Gas Segera Dibangun di Kota Yogyakarta
Memasuki tahun 2000 tiba-tiba ia bangkrut sebangkrut-bangkrutnya.
Singkat cerita, 2003 Boy berpindah-pindah tempat hingga kemudian menetap di Bantul, D I Yogyakarta.
Kemudian ada pelanggan lamanya yang menawarkan untuk memulai usaha sampah plastik.
Waktu itu, harga sampah plastik di Yogyakarta masih sangat murah.
Pengepul hanya membayar sekira Rp300-Rp400 dari para pengepul kecil.
Sementara, harga jual di Jakarta bisa mencapai Rp2.700.
"Setelah saya kalkulasikan modal dan biaya angkut ke Jakarta, saya kemudian pasang harga tinggi untuk beli plastik dari pengepul. Waktu itu saya berani kasih harga Rp800-Rp1.000," kata Boy saat ditemui di kediamannya, Pajangan, Bantul, Selasa (27/8/2019).
• Pemda DIY Akan Terus Evaluasi Pelaksanaan Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro
Otomatis, harga yang dipatoknya membuat pengepul lain berang.
Setelah bermusyawarah, Boy akhirnya sepakat hanya akan membeli sampah plastik berjenis Poly Vinyl Chloride (PVC).
Plastik ini biasa disebut toples sebagai tempat wafer atau jajanan lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mendulang-omset-ratusan-juta-rupiah-dari-limbah-plastik-pvc.jpg)