Bisnis
Abipraya Properti Buka Kantor di Yogyakarta dan Jawa Tengah
Nurul Yaqin, Wakil Ketua Umum DPP Arebi menjelaskan di Yogyakarta sendiri, investasi properti sangat bagus dari sisi manapun.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat, Abipraya Properti yang merupakan salah satu diversifikasi usaha dari PT Brantas Abipraya (Persero) membuka kantor perwakilan yang berada di Ruko Panda Kav. T, Jl Pajajaran, Ring Road Utara Condongcatur, Yogyakarta pada Jumat (22/11/2019).
Prasetiyadhie, General Manager Abipraya Properti menjelaskan, pembukaan kantor perwakilan ini merupakan upaya Abipraya Properti dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka kebutuhan atau backlog rumah rakyat.
Menurutnya, memperkecil angka backlog rumah bukanlah perkara mudah, dimana seluruh elemen bangsa harus bahu-membahu membantu merealisasikan pembangunan sejuta rumah.
• BI DIY Sebut Sektor Properti DIY Tumbuh Moncer
"Salah satu yang Abipraya Properti lakukan adalah dengan mulai mengembangkan produk properti di luar wilayah Jabotabek, yakni membangun produk perumahan di Yogyakarta dan Jawa Tengah," terangnya.
Menurutnya, dua perumahan perdana yang saat ini sedang disiapkan yakni Arya Green Maguwoharjo dan Arya Green Kalasan.
Arya Green Kalasan sendiri merupakan town house ekslusif yang berada di samping Lotte Grosir, yang dibangun dengan konsep traditional Javanese.
Sedangkan Arya Green Kalasan sendiri dibangun tidak jauh dari Bandara Adisutjipto.
Selain kedua tempat tersebut, saat ini Abipraya Properti juga sedang mengkaji area yang berdekatan dengan YIA yang ada di Kulonprogo.
• Kisah Pemilik Rumah Reyot di Tengah Kawasan Apartemen, Tolak Tawaran Rp3 M dan Satu Unit Properti
Agus Hariadi, Marketing Manager Abipraya Properti menerangkan selain membuka kesempatan bagi masyarakat luas, pihaknya juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi milenial untuk sedini mungkin berinvestasi properti.
Dengan adanya program DP 0 rupiah, menjadikan milenial juga berkesempatan memiliki rumah dengan mudah.
Saat ini, pihaknya sudah memulai program tersebut di Jabotabek dan Bogor, ke depan pihaknya juga akan menerapkan hal tersebut di Yogyakarta, lantaran di Yogyakarta juga banyak generasi muda.
"Milenial juga harus punya kesadaran untuk segera memiliki rumah. Yang paling penting adalah tekad, kemudian tekad tersebut kita dorong dengan menghadirkan DP rumah 0 rupiah, dimana sebelumnya paling tidak DP harus 5%. Kita sebagai pengembang harus bisa mendorong hal tersebut," ungkapnya.
Menurutnya, kesadaran pribadi milenial untuk bisa memiliki rumah harus terus ditanamkan.
Agus menjelaskan, dari data yang ada saat ini 70% milenial belum memiliki rumah.
"Milenial rata-rata usianya 25-35, usia yang mau menikah dan kadang sering berpikir punya rumahnya nanti saja pada saat sudah menikah. Namun mereka tidak sadar, bahwa kalau sudah menikah tanggungan makin besar. Untuk itu, uang yang biasanya digunakan untuk jalan-jalan beli gadget, maupun nongkrong, itu harusnya bisa digunakan untuk mencicil rumah," terangnya
• REI DIY Berharap Presiden dan Wapres Terpilih Lanjutkan Paket Kebijakan di Sektor Properti
Nurul Yaqin, Wakil Ketua Umum DPP Arebi menjelaskan di Yogyakarta sendiri, investasi properti sangat bagus dari sisi manapun.
Akan tetapi, selama ini suplai yang ada sangatlah terbatas, sementara domainnya banyak.
Menurutnya selama ini, 55% lebih pembeli perumahan di Yogyakarta berasal dari luar daerah.
"Yogyakarta ini dari sisi market ini sangat bagus. Orang kalau sudah pernah di Yogyakarta inginnya kembali terus. Selain itu, Yogyakarta ini juga kota pelajar, mahasiswanya banyak. Selain itu, ada sentimen wisata, sentimen religi, bahkan sentimen mistiknya juga ada. Ini potensi market yang sangat luar biasa dan kadang tidak ada di daerah lain," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang turut hadir dalam pembukaan kantor perwakilan Abipraya Properti turut mengapresiasi dibukanya kantor perwakilan yang juga berada di wilayah Kabupaten Sleman.
Menurutnya, meskipun Sleman memiliki wilayah yang tidak begitu luas dibandingkan dengan wilayah DIY lain, namun penduduk yang ada cukup besar.
Hal ini juga membuat kebutuhan perumahan di Sleman cukup tinggi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembukaan-kantor-perwakilan-abipraya-properti-yang-juga-dihadiri-wakil-bupati-slema.jpg)