Yogyakarta
Museum Harus Adaptif Terhadap Perkembangan Zaman
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, mengadakan pameran bertema 'Jejak Langkah Museum Dicintai Publik' guna memperingati hari jadinya yang ke-27.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, mengadakan pameran bertema 'Jejak Langkah Museum Dicintai Publik' guna memperingati hari jadinya yang ke-27.
Selain pameran, sejumlah acara menarik juga ikut mengisi berbagai kegiatan dalam acara tersebut.
Sejumlah anak-anak sekolah dasar (SD) dari pelbagai tempat di Yogyakarta ramai mengunjungi museum benteng Vredeburg pada Kamis (21/11/2019) pagi.
Mereka tumpah ruah mengunjungi berbagai stan pameran dan juga bermain di lokasi tersebut.
• Rayakan HUT ke-27, Museum Benteng Vredeburg Menggelar Pameran Jejak Langkah Museum Dicintai Publik
Beberapa anak tampak bermain susun puzzle sambil didampingi guru pembimbing.
Kelompok lainnya, sibuk mengamati papan informasi dan juga keterangan yang diberikan museum lain yang juga mejeng pada kesempatan itu.
Salah satunya adalah Raka Perdana, siswa SD Lempuyang 1 Yogyakarta.
Raka bersama sejumlah teman lainnya, ikut mengunjungi salah satu stan pameran.
Dengan tenang, ia kelihatan menyimak penjelasan yang diberikan oleh petugas dengan baik.
"Kita ditugasin ibu guru buat mencatat apa yang ada di museum. Nanti ada pertanyaan, makanya mesti diingat," jelas dia.
Pada pameran ini, beberapa museum lain menampilkan informasi dan juga potensi yang dimiliki, seperti Museum Nasional Indonesia Jakarta, Museum Sandi Yogyakarta, Museum Gumuk Pasir Yogyakarta, Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, serta Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.
Adapun tema yang dipilih merupakan bentuk pemberian informasi kepada masyarakat tentang perkembangan Benteng Vredeburg menjadi museum dan juga perkembangan museum dewasa ini.
Kegiatan pameran akan dibuka sampai 25 November mendatang.
• Peringati Hari Pahlawan, Benteng Vredeburg Ajak Ribuan Pecinta Onthel Jelajah Museum
Dalam kegiatan pameran HUT Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, juga diisi dengan berbagai kegiatan publik antara lain lomba Marching Band tingkat TK-SD se-DIY, talkshow museum, talkshow radio dan pentas seni.
Tantangan
Kepala Museum Benteng Vredeburg, Suharja mengatakan, museum di era kontemporer menghadapi sejumlah tantangan dan dituntut untuk melakukan berbagai perubahan sesuai dengan dinamika perkembangan zaman.
Perubahan yang begitu cepat itu, mesti disikapi dengan cermat dan para pengelola museum harus mengadakan sejumlah program yang partisipatif serta menarik.
"Museum juga harus menampilkan diri sebagai institusi yang inklusif, sehingga mampu menarik masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan museum," kata Suharja.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat mestinya dapat dijadikan modal untuk menggaet partisipasi yang lebih luas dari masyarakat. Dengan begitu, museum akan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Kita harapkan perkembangan museum ke depan akan memberi dampak positif bagi penguatan karakter dan identitas bangsa. Selain juga penebar semangat cinta tanah air bagi kaum muda," urai dia. (TRIBUNJOGJA.COM | Yosef Leon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jejak-langkah-museum-dicintai-publik-2.jpg)