Hotline

CPNS Jogja 2019: Simak Cara dan Pembuatan Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba di RS Jogja

Persyaratan untuk membuat surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba yakni menunjukkan KTP dan mengisi blanko yang disediakan RS.

CPNS Jogja 2019: Simak Cara dan Pembuatan Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba di RS Jogja
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban atau RS Jogja dibanjiri para pemohon Surat Keterangan Sehat Jasmani, Rohani dan Bebas Napza digunakan untuk melamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi para pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter rumah sakit pemerintah atau puskesmas.

Satu di antara rumah sakit pemerintah di Yogyakarta yang melayani surat keterangan sehat jasmani dan rohani yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban atau RS Jogja.

Ratusan Pemohon Surat Keterangan Sehat di RS Jogja Sudah Mengantre Sejak Dini Hari

Adapun rincian biaya pembuatan surat keterangan sehat jasmani dan rohani yakni:
1. Surat keterangan sehat jasmani Rp 17.500
2. Surat keterangan sehat rohani (Tes Wood Worth) Rp 30.000
3. Bebas narkoba (napza) Rp 120.360

Persyaratan untuk membuat surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba yakni menunjukkan KTP dan mengisi blanko yang telah disediakan oleh RS Jogja.

Wakil Direktur Pelayanan RS Jogja, drg Avy Susantini MKes menjelaskan, pencari surat keterangan sehat diminta untuk mengisi blanko sesuai dengan kebutuhannya.

7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja

"Mengisi blanko mau periksa apa aja. Biasanya surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba. Tapi memang beberapa ada yang tidak perlu surat bebad narkoba, jadi tergantung kebutuhan instansinya," ujarnya, Rabu (20/11/2019).

Setelah mengisi blanko dan melakukan pendaftaran, kemudian akan dilakukan pemeriksaan jasmani berupa tinggi badan, berat badan dan tampilan fisik.

"Kalau butuh tes narkoba, kemudian ke laboratorium untuk tes narkoba dengan urin. Setelah itu ke poli jiwa yang akan dilakukan Tes Wood Worth (WW). Setelah selesai mengerjakan, hasil pekerjaan tadi akan diverifikasi oleh dokter jiwa, baru ada konsultasi. Dia akan diwawancara dari hasil Tes WW kemudian baru bisa diputuskan dia sehat rohani. Kemudian ke laboratorium untuk ambil hasil tes bebas narkoba," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved