Kota Yogya
Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Jadi Berkah bagi Tukang Becak
Uji coba semi pedestrian di Malioboro yang digelar Selasa (19/11/2019) membawa berkah tersendiri bagi Ngadino, tukang becak asal Bantul.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
“Sebenarnya sama saja, tetapi memang lebih leluasa karena tidak banyak kendaraan bermotor di Malioboro,” ujarnya.
Untuk rezeki yang didapatkan, ujarnya, karena bukan liburan maka hasilnya pun tidak terlalu signifikan.
Tak jarang, warga Jalan Wonosari, Bantul ini pulang tanpa membawa sepeser rupiah.
Kendati ongkos operasional untuk kudanya mencapai Rp 100 ribu.
“Sering pulang tanpa bawa uang, tetapi tidak masalah rezeki ada yang mengatur. Kadang harus merogoh uang sendiri buat operasional,” jelasnya.
Dia mengatakan, jika memang kebijakan pemerintah akan memberlakukan Malioboro bebas kendaraan, maka pihaknya akan mendukung langkah tersebut.
• 7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja
Dia mengatakan, untuk rute pendek tarif andongnya mencapai Rp 100-150 ribu.
Sementara, untuk rute panjang mencapai Rp 250 ribu.
Sementara itu, seorang PKL Andi Yunanto (26) mengatakan, adanya bebas kendaraan ini tidak begitu berpengaruh pada penurunan pelanggan.
Dia mengatakan, dengan adanya program ini justru akan membuat nyaman pengunjung.
“Tidak begitu terasa dampaknya, dasare memang hari Selasa. Tetapi, belum tahu kalau diterapkan pada akhir pekan atau liburan. Intinya, kalau program pemerintah mendukung saja,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)