Advertorial

Hotel Pandanaran Gelar Diskusi Public Relation 'Quo Vadis Millenial PR'

Diskusi ini merupakan program rutin Hotel Pandanaran dalam serial “The Public Relations Discussion” yang berkomitmen meningkatkan performa PR di Indon

Hotel Pandanaran Gelar Diskusi Public Relation 'Quo Vadis Millenial PR'
istimewa
Hotel Pandanaran menggelar diskusi PR bertajuk “Milenial PR : Quo Vadis?” pada Sabtu (16/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hotel Pandanaran menggelar diskusi PR bertajuk “Milenial PR : Quo Vadis?” pada Sabtu (16/11/2019).

Diskusi ini merupakan program rutin Hotel Pandanaran dalam serial “The Public Relations Discussion” yang berkomitmen meningkatkan performa PR di Indonesia.

Pada seri ini, narasumber yang dihadirkan adalah para pakar yang berkecimpung di bidang PR dan media, yaitu Ayu Cornellia sebagai Founder dari Cornelia and Co PR Consultant, Agung PW sebagai jurnalis senior dan Ike Devi S sebagai dosen dan konsultan PR.

Diskusi ini digelar untuk memberi penekanan pada fungsi dan profesionalisme PR pada era 4.0.

Meski ruang kerja PR didukung oleh teknologi digital, namun prinsip-prinsip etis dan humanis dari fungsi ke-PR-an masih harus kuat melekat pada berbagai aktivitas PR, tak terkecuali ketika harus bergandengan erat dengan media.

Nikmati Layanan Kolam Renang di Hotel Pandanaran Prawirotaman Yogyakarta dengan Tribun Family Card

“Sekarang kita sudah memasuki gerbang industri 4.0 dimana teknologi sudah sedikit banyak menggantikan peranan manusia. Nah, melalui diskusi ini, kita dibekali ilmu tentang bagaimana peran seorang public relations dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, PR juga jadi tahu nih ide-ide apa yang dapat dikembangkan di dunia digital saat ini, sehingga ilmu tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan performa seorang PR dalam bekerja,” ujar Afida, public relations Hotel Pandanaran Prawirotaman.

Diskusi yang dihadiri 30 pesertta ini sangat antusias diikuti oleh peserta.

Dalam diskusi para pembicara menekankan bahwa PR tidak hanya mengandalkan kekuatan teknologi, tetapi justru teknologi tersebut memampukan untuk makin memperkuat relasi dan sentuhan ke-PR-an.

Kekuatannya ada pada kemampuan menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, kolaboratif dengan menerapkan prisip etis sekaligus dirangkai dengan kemampuan digital.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved