Merapi Erupsi

Begini Penjelasan BPPTKG Terkait Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini

hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dengan arah dominan ke sektor Barat sejauh 15 km dari puncak yaitu di sekitar Dukun, Magelang.

Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter/@BPPTKG
Gunung Merapi kembali meletus pada Minggu (17/11/2019) siang pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 1000 meter. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pascaletusan yang terjadi Senin (14/10/2019), menurut data pemantauan yang dilakukan oleh BPPTKG mengalami peningkatan pada Jumat (25/10/2019) berupa kenaikan jumlah gempa vulkano-tektonik dalam (VTA) mencapai 12 kali.

"Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan gempa dangkal pada tanggal 26-28 Oktober," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Lanjutnya pada Senin (28/10/2019) jumlah gempa vulkano-tektonik dangkal (VTB) mencapai 5 kali dan multi-phase (MP) mencapai 27 kali.

"Setelah itu kegempaan menurun kembali dengan jumlah rata-rata gempa VTA dan VTB 1 kali perhari dan MP sekitar 5 kali perhari," katanya.

Erupsi Gunung Merapi, Warga Glagaharjo Sudah Tidak Mudah Panik

Selain itu berdasarkan foto drone yang diambil, Rabu (30/10/2019) di pusat kubah lava, teramati terdapat material baru berupa sumbat lava yang terangkat yang diduga terkait dengan peningkatan aktivitas pada 25-28 Oktober 2019.

"Aktivitas kegempaan kembali meningkat pada Jumat (8/11/2019) dimana tercatat gempa VTA 3 kali, VTB 9 kali, dan MP 44 kali," katanya.

Imbuhnya, peningkatan aktivitas itupun diikuti dengan letusan yang terekam di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik pada Sabtu (9/11/2019).

Lalu pascaletusan Sabtu (9/11/2019), pada tanggal 15-16 November 2019 kegempaan kembali meningkat.

BPPTKG : Letusan Merapi Masih Dapat Terus Terjadi

"Seismograf mencatat gempa rata-rata vulkano-tektonik dalam (VTA) terjadi 15 kali perhari, dan multiphase (MP) 75 kali perhari," jelasnya.

Lalu pada Minggu (17/11/2019) pukul 00.00-11.00 WIB tercatat gempa VTA 3 kali, VTB 4 kali, dan MP 16 kali.

"Peningkatan kegempaan ini diduga mencerminkan akumulasi tekanan gas di bawah permukaan kubah yang berasal dari dapur magma di kedalaman lebih dari 3 kilometer," jelasnya.

Lanjutnya pada Minggu (17/11/2019) pukul 10:46 WIB terjadi letusan lagi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 155 detik.

"Awan panas meluncur dengan jarak kurang dari 1 kilometer ke arah Kali Gendol. Kolom asap letusan setinggi lebih kurang 1000 meter dari puncak," tuturnya.

Ini Ciri-ciri Buah Impor yang Dilapisi Lilin

Dia juga menyampaikan guna mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved