Bisnis

Ekonomi Solidaritas Dipandang Lebih Bisa Survive

Ekonomi solidaritas dinilai lebih bisa bertahan dibanding ekonomi yang mengandalkan modal.

Ekonomi Solidaritas Dipandang Lebih Bisa Survive
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ekonomi solidaritas dinilai lebih bisa bertahan dibanding ekonomi yang mengandalkan modal.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta Prof Purwo Santoso, MA, Ph.D dalam diskusi media ekonomi solidaritas belum lama ini.

Ia memberi contoh, layanan publik yang dibangun dengan solidaritas jauh lebih berkembang dibandingkan dengan yang dibangun dengan APBN.

Percepatan Keuangan Inklusif Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Seperti fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan.

"Mari kita cek, solidaritas yang menjadikan layanan publik. Rumah sakit di Yogyakarta yang tidak dilakukan oleh APBN ada berapa. Banyak rumah sakit yang lahir dari solidaritas beragama. Tidak mengandalkan investasi saham, pembukuan saham, dan RUPS. Kalau yang APBN tutup yang solidaritas tetap ada," paparnya.

Lanjutnya, hal sama juga dilihat di sektor pendidikan.

"Sekolah yang bagus yang tidak mengandalkan APBN. Ini menunjukkan ada corak ekonomi yang karena bukan turunan dari kapitalisme yang setidaknya titik penggeraknya bukan modal," tuturnya.

Menurutnya, solidaritas sudah menjadi praktik sehari-hari di masyarakat.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Kebersamaan di masyarakat sudah menjadi bagian dari kearifan lokal.

"Ini bukan teori baru. Hanya ruang gerak baru yang harus direbut, merebut formalismenya negara. Merebut ruang di kampus, yang sibuk dengan nama dan istilah tapi tidak mengerti rohnya. Kita bisa menangkap hal-hal yang ada tersebut dan diilmiahkan," katanya.

Ia melanjutkan, praktik lebih penting dari sekadar teori.

Masyarakat di desa telah melakukan praktik solidaritas ini sejak lama, hanya saja mereka tidak memiliki teorinya.

"Masyarakat sudah ada banyak hal dilakukan tapi sifatnya implisit, ilmu kampus itu eksplisit. Transformasi itu intinya mengeksplisitkan kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved