Penampakan Gahar Binter Mercy KZ 200 Hasil Restorasi
Kawasaki Binter Merzy. Motor yang baru saja selesai direstorasi ini pabrikan tahun 1982 dengan warna di STNK biru, AB Sleman.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Iwan Al Khasni
Penggemar motor klasik berkopling tentu lazim dengan motor yang satu ini. Kawasaki Binter Merzy adalah satu dari sekian banyak motor berkopling yang saat ini masih diminati para pecinta motor lawas.
Sigit dari bengkel Black Smith salah satunya. Owner bengkel kustom di bilangan Palagan Sleman Yogyakarta ini masih memiliki motor yang dibekali mesin ber cc 200 dengan silinder tunggal ini.
Bagi Sigit, merestorasi kembali motor ini dengan sedikit inovasi dengan mengutamakan tampilan orisinil dari pabriknya sudah lebih dari cukup.
Motor yang baru saja selesai direstorasi ini pabrikan 1982 dengan warna di STNK biru, AB Sleman.
Di bagian bodi, Sigit mengembalikan tampilan asli dari motor ini tanpa banyak mengubah visualnya. Hanya saja Sigit memberi sedikit sentuhan pada beberapa bagian tanpa mengurangi karakter asli motor ini.
Pada bagian speedo meter, Sigit mencoba mengaplikasikan milik Kawasaki Ninja 250 cc.
Speedometer ini sudah menggunakan teknologi digital sehingga baik kecepatan dan indikatot lain ditunjukkan melalui angka digital.
Selain itu Sigit juga menyematkan monoshock serta shock belakang milik Yamaha RXZ.
Sementara itu, untuk klakson Sigit menggunakan part dari Honda GL 100.
Berikutnya pada bagian spion menggunakan variasi dari polaris. Untuk sein menggunakan orisinil dari Binter Merzy namun lampunya sudah dibuat LED.
"Untuk kopling sudah pakai hidrolis supaya lebih aman saja karena khawatir kalau pakai sulur bisa putus di jalan. Di bagian master rem memakai punya Suzuki GS 250, " terang Sigit.
Lanjut Sigit, di bagian pengapian, Sigit mengubah dari platina ke CDI menggunakan part milik Suzuki Shogun seri yang kerap disebut sebagai Shogun Kebo. Alasannya, pengapian menggunakan CDI Shogun ini lebih bagus.
Sedangkan untuk bagian mesin, Sigit hanya melakukan balancing tanpa mengubah sedikitpun mesin besutan pabriknya.
Motor ini tampil lebih gagah dengan penyematan aksesori berupa tas kulit kustom yang difungsikan membawa barang barang keperluan pengendara seperti kunci kunci atau benda lain sesuai kebutuhan sewaktu berkendara.
"Untuk peruntukkan pemakaian kota kota, motor ini memiliki tenaga yang cukup besar dan berani dibawa jarak jauh karena memang dibekali mesin ber cc besar," kata Sigit.
Motor yang juga kerap disebut KZ 200 ini pernah diproduksi dua seri, yakni seri pengapian masih menggunakan platina dan seri paska tahun 1982 ke atas menggunakan teknologi pengapian CDI.
Lalu di tahun 1983 seri motor ini berikutnya sudah dilengkapi dengan fitur elektrik stater.
* Perawatan Motor Harian
Untuk perawatan harian motor sport pertama besutan Kawasaki di Indonesia ini hampir sama dengan motor motor klasik lainnya. Melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kinerja mesin, merawat secara berkala bodi motor.
Beberapa hal yang paling riskan yang harus diperhatikan dalam perawatan motor klasik adalah pada bagian kopling. Pada motor dengan kopling, kebiasaan pengendara menggunakan motor menjadi penentu umur onderdil motor. Misalnya, saat penggunaan kopling terlalu kasar ini mempercepat umur kampas kopling.
Untuk itu saat oper gigi atau pindah transmisi, disarankan sehalus mungkin agar komponen yang menjadi bagian kerja kopling tidak cepat aus.
Mengganti kampas kopling sesuai kondisinya juga penting sekali dilakukan. Bila kampas kopling sudah saat diganti namun tak kunjung dilakukan penggantian maka bisa membuat kerja kopling terganggu bahkan berujung mengalami macet karena kabel bisa putus.
Selanjutnya memilih bahan bakar. Semakin tinggi nilai oktan bahan bakar yang digunakan maka kualitasnya akan semakin bagus. Hal ini berhubungan dengan efektivitas pembakaran mesin agar mampu menghasilkan tenaga maksimal.
Namun perlu dicatat, tak semua motor terutama keluaran mesin teknologi lama disarankan memakai bahan bakar beroktan tinggi, karena bisa membuat mesin lebih cepat panas. Pada teknologi mesin motor keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan cairan pendingin sehingga memakai bahan bakar beroktan tinggi justru disarankan.
Selanjutnya mengganti oli mesin sebelum jadwal ganti yang tertera akan jauh lebih baik karena akan meringankan kerja mesin lantaran kondisi oli baru membantu kerja mesin lebih baik.
Biasanya pada jarak 2000 km sudah disarankan mengganti oli. Namun ada baiknya sebelum batas tersebut sudah dilakukan penggantian.
*Berikut Spesifikasi Kawasaki Binter Merzy 200 :
Manufaktur : PT. Bintang Terang Indonesia
Model : Binter Merzy 200 (Kawasaki KZ200)
Tahun Pembuatan : 1980 – 1986
Engine : 4-Tak, Air-Cooled, Silinder Tunggal, SOHC 2 Valve
Bore x Stroke : 66 x 58 mm
Kapasitas Silinder : 198 cc
Rasio Kompresi : 9,0 : 1
Penyuplai BBM : Karburator Keihin PW26
Max Power : 18 HP @ 8.000 RPM
Max Torsi : 16,5 N.m @ 7.000 RPM
Dimensi P x L x T : 1.920 x 780 x 1.050 mm
Tinggi Jok : 775 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.280 mm
Berat Kosong : 126 Kg
Kapasitas Tangki BBM : 9,5 Liter
Frame : Steel Tube Diamond-Type Frame
Suspensi Depan : Teleskopik Fork
Suspensi Belakang : Dual-Shockbreaker, Tubular Swingarm
Rem Depan : Cakram Hidrolik, Disc 205 mm, Kaliper 1 Piston
Rem Belakang : Drum Brake (Tromol)
Ban Depan : 2. 75 – 18 Inch
Ban Belakang : 3. 25 – 17 Inch
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/binter-mercy-kz-200-hasil-restorasi_1.jpg)