Gunungkidul
BPBD Gunungkidul Bulan Ini Mulai Cek Kondisi EWS
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul pada bulan ini akan melakukan pengecekan terhadap EWS
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul pada bulan ini akan melakukan pengecekan terhadap Early Warning System (EWS) longsor yang ada di Wilayah kabupaten Gunungkidul.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunngkidul, Edy Basuki mengatakan pengecekan dilakukan karena sebentar lagi memasuki musim penghujan hal tersebut untuk memastikan EWS berfungsi dengan baik.
"Di wilayah Gunungkidul ada sebanyak 63 EWS longsor tersebar di wilayah Gunungkidul, pada bulan November ini kami akan melakukan pengecekan biasanya yang mengalami kerusakan pada komponen aki," jelasnya, Minggu (3/11/2019).
• Sandiaga Uno Bakal Jadi Jurkam Calon Gerindra di Pilkada Bantul, Sleman dan Gunungkidul
Ia mengatakan saat ini hujan belum turun secara menyeluruh di Kabupaten Gunungkidul baru turun hujan di titik-titik tertentu.
"Menurut prediksi BMKG turun hujan secara merata pada dasarian ke dua artinya pada tanggal 11 keatas baru turun hujan secara merata," katanya.
Saat disinggung mengenai kegiatan dropping air yang dilakukan BPBD Gunungkidul pihaknya tetap akan melakukan dropping hingga tidak ada permintaan dari kecamatan yang terdampak kekeringan.
"Perkiraan satu minggu dan melihat apakah hujan sudah merata, karena kalau kondisi seperti ini Penampunagn Air Hujan (PAH) dan sumur biasanya belum merata," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Kecamatan Girisubo yang juga terdampak kekeringan, Arif Yahya mengatakan, krisis air di wilayahnya semakin parah.
• BPBD DIY Pasang Tiga Alat Early Warning System untuk Tanah Longsor di Kulon Progo
Hal ini dikarenakan air makin sulit dicari sehingga sumber-sumber ada diserbu oleh truk tangki pengangkut air.
“Antreannya jadi semakin panjang karena sumbernya makin mengecil saat kemarau, bahkan untuk pengambilan air tidak saja mengambil sumber air dari Desa Songbanyu tetapi hingga Pracimantoro, Wonogiri,” katanya.
Ia menjelaskan memang ada lokasi lain untuk mengambil air, namun kondisi sama sehingga mengakibatkan penyaluran air ke masyarakat menjadi tersendat.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)