Pendidikan

UKDW Akan Bangun Kampus II di Bantul

Untuk mendukung proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi, UKDW berencana membangun kampus II di Sedayu Bantul.

UKDW Akan Bangun Kampus II di Bantul
internet
UKDW

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mendukung proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) berencana membangun kampus II di Sedayu Bantul.

Nantinya, kampus II ini akan didesain dengan konsep green campus dan akan mulai dibangun secara bertahap mulai 2020.

Rektor UKDW, Henry Feriadi menerangkan jika kampus II ini direncanakan akan menghabiskan lahan seluas 10,5 hektar dimana proses pembebasan lahan sudah dimulai sejak 2017 lalu.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Rencana strategis jangka panjang yaitu Pengembangan Kampus II UKDW di lahan yang lebih luas dan memadai di Sedayu Bantul," terangnya pada saat kegiatan Dies Natalis UKDW ke-57 pada Kamis (31/10/2019).

Henry menjelaskan jika proses pembebasan lahan tahap I sudah mencapai kurang lebih 3,3 hektar dan hampir selesai sekitar 97%.

Sedangkan untuk tahap II telah dibebaskan hampir 2 hektar.

Dia menjelaskan jika pembebasan lahan masih terus diupayakan hingga 2021 mendatang.

Peringati Dies Natalis ke-57, UKDW Bertekad Tingkatkan Inovasi

"Untuk mencapai target yang ideal, pengembangan kampus II dibutuhkan lahan seluas kurang lebih 10,5 hektar yang masih akan terus diupayakan. Meskipun demikian, proses perijinan pembangunan kampus II UKDW ini sudah mulai diproses dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul," ungkapnya.

Dia menerangkan, nantinya untuk pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, dimana gedung yang akan dibangun terlebih dahulu yakni cluster Health and Biomedical Science Park yang terdiri dari RS Akademik, Prasarana Pendidikan dan Riset Kedokteran.

"Diharapkan tahap perijinan ini berjalan lancar sejalan respon dan dukungan positif dari Bupati Bantul, masyarakat dan pihak-pihak terkait lain. Diharapkan pula untuk rumah sakit akademik bukan sekedar rumah sakit, tapi juga pusat riset untuk kedokteran," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved