Kota Magelang

Pemkab Banjar Lirik Inovasi 'Kota Cerdas' Kota Magelang

Pemerintah Kota Magelang sukses masuk 25 besar kota di Indonesia yang berpredikat "Smart City" atau Kota Cerdas.

Pemkab Banjar Lirik Inovasi 'Kota Cerdas' Kota Magelang
Dok Humas Pemkot Magelang
Rombongan dari Pemkab Banjar sedang berkunjung ke Comand Center di Kantor Pemkot Magelang, Kamis (31/10/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang sukses masuk 25 besar kota di Indonesia yang berpredikat "Smart City" atau Kota Cerdas.

Ini menjadi daya tarik Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk berkunjung dan belajar langsung ke Kota Sejuta Bunga ini.

Rombongan berjumlah 25 orang, dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar Farid Saufian. Mereka diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang Catu Budi Fajar dan sejumlah Kepala OPD beserta jajarannya, di Ruang Sidang Lantai 2 Kantor Pemkot Magelang, Kamis (31/10/2019).

Fitur Lebih Menarik, Pemkot Magelang Rilis DataGo V.2

"Kita ingin melihat Kota Magelang yang direkomendasikan oleh Kementerian Kominfo sebagai Smart City. Sudah banyak program, aplikasi, yang sudah baik dan sudah jalan. Apa yang kurang dari kita, kita lengkapi, amati, tiru dan modifikasi," jelas Farid Saufian, disela kegiatan.

Sama dengan Kota Magelang, katanya, Kabupaten Banjar juga masuk 25 besar Kota di Indonesia berpredikat Kota Cerdas.

Cerdas diartikan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pemerintah dengan mudah, cepat dan tidak bertele – tele.

Beberapa inovasi di Kota Magelang yang dilirik Pemkab Banjar antara lain Rojak (Ronda Jam Kerja), e-Retribusi, dan Comand Center.

"Comand Center kita sudah punya, tapi kita ingin lihat apa kontennya, integrasi datanya bagus, aplikasi membumi. Si Rojak itu bagus, ternyata Smart City itu tidak selalu berhubungan dengan IT, tapi ada kearifan masyarakat yang jadi ide," paparnya.

Pemkot Magelang Cairkan Dana Hibah Rp 10 Miliar

Lebih lanjut, Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam berupa sungai yang banyak.

Pihaknya ingin mengaplikasikan Si Rojak sebagai sarana kampanye agar masyarakat tidak buang sampah, buang air besar (BAB) dan lainnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved