Yogyakarta

Pamit dari Parampara Praja, Ini Kesan Mahfud MD Terhadap Sultan HB X

Mahfud MD memuji cara Sultan HB X yang tidak pernah ada sekat atau jarak dalam bertemu dengan orang.

Pamit dari Parampara Praja, Ini Kesan Mahfud MD Terhadap Sultan HB X
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Menkopolhukam RI, Mahfud MD bersalaman dengan Gubernur DI Yogyakarta, Srio Sultan HB X seusai melaksanakan pertemuan di komplek Kepatihan, kota Yogyakarta, Senin (28/10/2019). Mahfud MD mengajukan permohonan nonaktif dari Parampara Praja DIY karena saat ini telah menduduki jabatan sebagai Menkopolhukam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menkopolhukam, Mahfud MD menyebut Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai seorang yang bersahaja dan demokratis.

Hal itu diucapkannya setelah menyampaikan permohonan non aktif sebagai Ketua Parampara Praja di Kepatihan, Senin (28/10/2019).

“Selama tiga tahun ini, sering saya share kepada publik seorang Sultan HB X yang demokratis dan bersahaja. Beliau selalu duduk bersama rakyat dan tidak pilih tempat istimewa meskipun sebagai raja,” ujarnya.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Bahkan, Mahfud sempat mengatakan terkait dengan pengalaman perjalanan di luar negeri dengan Sultan HB X.

Dia memuji cara Sultan HB X yang tidak pernah ada sekat atau jarak dalam bertemu dengan orang.

“Meskipun raja, jalan-jalan biasa aja.  Tidak ada jarak yang membedakan, sama seperti kawan. Untuk itu saya berterima kasih dan menyampaikan permohonan pamit,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyebut dirinya banyak belajar dan bekerja sama membantu Sri Sultan HB X sebagai Gubernur.

Mahfud MD Ajukan Permohonan Non Aktif Sebagai Ketua Parampara Praja

Hal ini karena tugas dari Prampara Praja adalah sebagai penasehat Gubernur.

Dia mengatakan, dirinya menjabat sebagai ketua sejak tahun 2016 dan hal ini sesuai dengan amanat UU 13 tahun 2012 tentang keistimewaan DIY.

Dia mengatakan, selama ini keistimewaan di DIY ini sangat banyak.

“Bahkan, saya yang orang Madura pun menjadi anggota dewan pertimbangan satu provinsi dan satu kerajaan yang menjadi pusat budaya Jawa. Ada beberapa anggota yang juga bukan berasal dari Yogya seperti Prof Edy Suandi Hamid yang berasal dari Palembang, ada yang juga berasal dari Kudus, dan lain-lain,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved