Yogyakarta

Bappeda DIY Sebut Pertumbuhan Ekonomi DIY Capai Angka Lebih Tinggi dari Nasional

Bappeda DIY melaporkan pertumbuhan ekonomi di DIY pada triwulan II tahun 2019 ini mencapai angka 6,8 persen.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY melaporkan pertumbuhan ekonomi di DIY pada triwulan II tahun 2019 ini mencapai angka 6,8 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari  rata-rata nasional yaitu 5,5 persen dan rata-rata Jawa yaitu 5,68 persen.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo menjelaskan, ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, di antaranya beberapa proyek pembangunan infrastruktur strategis.

Dia menyampaikan kinerja kegiatan di triwulan III ini mengalami peningkatan dari  94 menjadi 164.

Tutorial Make Up ke Sekolah, Tampil Kece Tanpa Kena Marah Guru Ala Tasya Farasya

Budi juga menjelaskan, kinerja  Penilaian Kinerja Kegiatan Instansi (PKKI) tahun 2019 sudah lebih baik dibandingkan dengan triwulan I dan II.

Hal ini artinya tidak ada lagi kategori kurang.

“Sebagian besar sudah masuk kategori baik. Selain itu, bahan kinerja eselon II pengguna anggaran semuanya adalah kategori baik, tidak ada yang cukup atau kurang,” jelasnya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan III tahun 2019, di Hotel Grand Dafam, Kamis (24/10/201).

Pada acara Rakordal triwulan III tahun 2019 tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan, yang pertama antara Pemda DIY dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentang Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik.

Juga antara Pemda DIY dengan STIE YKPN dan  Politeknik Akademi Pariwisata Indonesia (API) Yogyakarta terkait Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang Terdampak Proyek Tol Solo-Yogya-Bawen Capai 35,48 Hektare

Sementara itu, hasil evaluasi triwulan III tahun 2019 Pemda DIY menunjukan tidak ada OPD di DIY yang mendapatkan nilai merah.

Hasil evaluasi ini menunjukan adanya peningkatan kualitas pelaksanaan program kegiatan pada OPD.

Dalam kesempatan ini  juga diserahkan Rapor yang berisi Laporan Kinerja OPD Pemda DIY untuk triwulan III tahun 2019 yang secara simbolis oleh Gubernur DIY kepada Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang terbaik dan terendah.

PA dengan nilai tertinggi diraih oleh BAPPEDA DIY.

Sedangkan PA dengan skor terendah diraih oleh BPBD DIY. KPA dengan nilai tertingi diraih oleh KPPD Kabupaten Sleman, sedangkan yang terendah BPDM Kabupaten Kulon Progo. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved