Yogyakarta

Yogya Punya Peluang Besar Pasarkan Produk Industri Kreatif di Rusia

Indonesia dan juga DIY disebut-sebut harus menangkap peluang besar untuk kerjasama bilateral dalam ekonomi, bisnis dan investasi.

Yogya Punya Peluang Besar Pasarkan Produk Industri Kreatif di Rusia
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Duta Besar Indonesia dan berkuasa penuh untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung ISmiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indonesia dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut-sebut harus menangkap peluang besar untuk kerjasama bilateral dalam ekonomi, bisnis dan investasi.

Hal ini karena ada berbagai produk dari Indonesia yang bisa masuk ke Rusia.

Duta Besar Indonesia dan berkuasa penuh untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan Rusia.

Menurutnya, hubungan ekonomi, bisnis dan investasi ini bisa dilaksanakan.

11 Rekomendasi Restoran Jepang di Kota Yogyakarta yang Perlu Kamu Tahu

“Tahun depan adalah peringatan 70 hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia dan awal tahun depan Presiden Putin mengerjakan waktunya, hal ini menjadi momentum meningkatkan hubungan ekonomi, bisnis dan investasi. Apalagi dari segi politik tidak ada masalah dengan Rusia,” kata Wahid usai bertemu dengan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Senin (21/10/2019).

Dia menjelaskan, hal ini bisa dilaksanakan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia.

Sejauh ini, Jokowi belum pernah melaksanakan kunjungan secara resmi untuk hubungan bilateral ini.

Jika nantinya ada kunjungan ke Presiden Putin dengan tajuk strategic partnership maka Indonesia bisa berhubungan seperti AS, Jepang dan tergantung kepentingan yang dibawa apa.

Dia mengatakan, Indonesia telah dikenal dengan produk UMKM dan juga produk lainnya seperti fashion dan juga jasa.

Apalagi, pada festival di Moskow mendapatkan lahan besar 16,5 hektar dengan 170 booth dan dapat gratis taman serta iklan.

“Ada bisnis forum di situ. Apalagi sudah ada Euro Asean Economic Union (EAEU) dan ada MoU Koperasi sehingga produk bisa dijual dengan pajak 0 persen. Peluang ini harus mulai ditangkap sejak sekarang,” urainya.

Dia berharap dengan EAEU ini produk Indonesia bisa dijual lebih murah, meski saat ini beberapa produk Indonesia sudah mulai dijual dengan harga lebih mahal.

Akan tetapi, sambutan dari masyarakat Rusia pada produk Indonesia sangat bagus.

“Kami harapkan ini ditangkap juga untuk daerah. Utamanya Yogya yang memiliki potensi industri kreatif, jasa, “ tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved