Yogyakarta

Pemerintah Rusia Beri Penghargaan pada UMKM DIY

UMKM DIY dinobatkan menjadi salah satu pavilion terbaik dan terluas dalam dalam gelaran bergengsi Festival Indonesia-Rusia tahunan ke-IV di Rusia.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Duta Besar Indonesia dan berkuasa penuh untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) DIY dinobatkan menjadi salah satu pavilion terbaik dan terluas dalam dalam gelaran bergengsi Festival Indonesia-Rusia tahunan ke-IV di Rusia.

Selain itu UMKM DIY  juga mendapatkan transaksi tertinggi selama Festival digelar dengan nilai tranksasi sebesar 10 ,7 juta Dolar AS.

Jumlah ini meningkat tajam dibanding  tahun sebelumnya  yaitu sebesar 2,23 juta Dolar AS.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Mohammad Wahid Supriyadi usai bertemu dengan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X  di Gedung Pare Anom, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (21/10/2019).  

11 Rekomendasi Restoran Jepang di Kota Yogyakarta yang Perlu Kamu Tahu

Kunjungan Duta Besar Indonesia dan berkuasa penuh untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi ini juga melaporkan selesainya pelaksanaan Festival Indonesia-Rusia IV yang diselenggarakan di kota Moskow pada tanggal 1 hingga 4 Agustus 2019 lalu.

Dalam kesempatan itu, Wahid juga sekaligus  menyerahkan Piagam Penghargaan dari Pemerintah Rusia untuk Pemda DIY di mana UKM DIY menjadi pavilion favorit terbaik dan terluas.

“Selain itu UKM DIY  juga mendapatkan transaksi tertinggi selama festival digelar dengan nilai tranksasi  sebesar 10,7 juta dolar AS. Jumlah ini meningkat tajam dibanding  tahun sebelumnya  yaitu sebesar 2,23 juta dolar AS,” papar Wahid.

Dia mengatakan, animo masyarakat Rusia terhadap produk UMKM Yogyakarta sangat tinggi.

Pihaknya pun mengharapkan Pemerintah DIY untuk segera menindaklanjuti.

Respons Dampak Kekeringan, Komisi A DPRD DIY Dorong Pemda DIY Jaga Ketersediaan Pangan

Seyogyanya, kata dia, DIY terus mengikuti festival ini, karena Yogya mulai dikenal oleh dunia.

“Saat ini banyak pengusaha Yogya yang sedang bernegoisasi dengan pengusaha Rusia sebagai bukti adanya follow up dan tidak hanya sekali ini ikut festival. Keunggulan Yogya di ekonomi kreatif,” tegasnya.

Kerjasama Ekonomi dan Teknologi

Pihaknya pun berharap DIY tetap menggandeng UKM atau Dekranas Kabupaten/kota yang ada di DIY untuk keberlanjutan ikut sertanya DIY dalam festival tahun mendatang.

Dia juga menyampaikan, terjalinnya kerjasama di bidang ekonomi nantinya juga akan diikuti kerjasama di bidang penerapan teknologi dalam Smart City.

Lestarikan Batik, Sejumlah Pejabat Pemda DIY Ikut Fashion Show Batik

Dia mencontohkan penanganan parkir dan tilang polisi di perkotaan dan urusan perkeretaapian di Rusia sudah cukup optimal.

Di Rusia mobil hilang dalam 15 menit dapat ditemukan karena banyaknya kamera pemantau.

“Ada pengusaha Rusia yang tertarik mengembangkan smart city, aplikasi parking atau e-tilang. Pemda tidak mengeluarkan uang, sistemnya cost sharing. Di negara maju pun masalah pelanggaran lalu lintas ini menjadi pendapatan paling banyak. Maka, ini perlu sistemnya,” urainya.

Apalagi dengan beroperasinya Bandara Internasional di Kulon Progo diharapkan jumlah turis dari Rusia juga meningkat, sesuai target Kementerian Pariwisata yang mematok jumlah wisatawan sebanyak 1 juta orang masuk Indonesia.  

“Pariwisata target 160 ribu akan tercapai. Masalahnya adalah guide bahasa Rusia yang masih kurang,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved