Yogyakarta
Rumahnya Dipetakan Terdampak Proyek Tol, Ini Tanggapan Kades Tirtoadi
Meski sudah bersusah payah membangun rumahnya hingga berdiri megah selama belasan tahun lalu, namun harus direlakan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sabari, Kepala Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman menjadi satu dari beberapa permukiman yang disebut-sebut terdampak proyek jalan tol Solo-Yogya-Bawen.
Namun, Sabari tetap bisa menerima dengan ikhlas terkait dengan rencana pembangunan jalan bebas hambatan ini.
Suasana prasosialisasi Program strategis nasional rencana pembangunan jalan tol Solo–Yogya–Bawen di unit VIII, Kompleks Kepatihan, Kamis (17/10/2019) lalu mendadak gempar.
Hal ini terjadi pada saat tim dari Dirjen Binamarga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memetakan rumah terdampak di Desa Tirtoadi.
• Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen
Pada saat tim menggunakan aplikasi dan menarik garis rencana proyek tol, sebuah rumah yang terdampak adalah milik Sabari, Kepala Desa Tirtoadi.
Di tanah seluas 500 meter persegi itu, bangunan rumah milik Sabari akan terdampak proyek ini.
“Ya, rumah saya terdampak proyek tol ini, tetapi saya santai tidak ada masalah,” kata Sabari kepada Tribunjogja.com, Jumat (18/10/2019).
Dia mengatakan, meski sudah bersusah payah membangun rumahnya hingga berdiri megah selama belasan tahun lalu, namun harus direlakan.
Hal ini karena, jalan tol memang menjadi satu dari beberapa program pemerintah yang penting.
Dia juga mengungkapkan, warga di kawasan Tirtoadi juga sudah santai menanggapi rencana pembangunan proyek ini.
Asalkan ganti untung dan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim dari pemerintah sesuai dengan aturan.
“Warga sudah santai, ini adalah program pemerintah yang penting sesuai dengan aturan. Yang penting sesuai aturan gitu aja,” jelasnya.
• Kadishub DIY Tegaskan Jalur Kereta Dibuat Elevated, Sejajar Jalan Tol
Relokasi
Perlu diketahui, wilayah Desa Tirtoadi terdampak tol baik Yogya-Bawen maupun Solo-Yogya.
Untuk Yogya-Bawen dengan jumlah bidang 188 dan perkiraan luas mencapai 104.267 meter persegi dan untuk proyek Solo-Yogya (561 bidang dengan luas 311.677 meter persegi).
Hanya saja, dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Sabari juga menyebut ikut memikirkan warganya yang rumahnya terdampak.
Dia berharap bagi warga yang mendirikan rumah di sawah untuk pengeringannya bisa diprioritaskan.
“Kami mohon diprioritaskan baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi kalau ada pengeringan. Untuk pembangunan dan teknisnya monggo,” jelasnya.
Bahkan, dia juga menyampaikan usulan sejumlah warga yang meminta relokasi jika rumah terdampak.
Dia menyebut, sejauh ini, Pemdes banyak tanah kas desa yang bisa digunakan.
“Mudah-mudahan disetujui. Tetapi, nanti bagaimana hasilnya yang disampaikan,” ulasnya.
• Rincian 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Solo-Yogya-Bawen
Camat Kalasan, Siti Anggraeni kepada mengatakan, satu dari beberapa dusun di desa yang akan terdampak proyek tol ini memang sempat khawatir karena harus pindah tempat.
Namun, setelah mengikuti prasosialisasi ini, Siti melihat jika isu dan juga berita yang berkembang di warganya itu tidak benar.
“Kami sedikit memiliki gambaran tentang deretan rumah yang terdampak. Tidak ada kemudian permukiman yang warganya harus bedol desa. Informasi yang diterima warga ini memang belum valid dan kami sempat mendiamkan dulu karena belum ada sosialisasi,” paparnya.
Dia menyebutkan, wilayah Kecamatan Kalasan memang paling banyak terdampak pembangunan jalur tol ini.
Diantaranya, Desa Tamanmartani (140 bidang dan luas lahan 82.325 meter persegi), Desa Selomartani (102 bidang, 72.123 meter persegi), Desa Tirtomartani (321 bidang dan luas 219.419 meter persegi), Desa Purwomartani (639 bidang dan luas 445.162 meter persegi).
“Kalau memang ada kekhawatiran adalah hal yang wajar. Untuk areal yang terkena proyek ini adalah sawah dan permukiman. Kami belum tahu presentasenya,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rumahnya-dipetakan-terdampak-proyek-tol-ini-tanggapan-kades-tirtoadi.jpg)