Nasional

1.000 Aduan Masuk ke BPKN, Mayoritas Soal Perumahan

Dari 1.000 aduan masyarakat, 80 persen diantaranya merupakan aduan karena penipuan di bidang perumahan.

1.000 Aduan Masuk ke BPKN, Mayoritas Soal Perumahan
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala BPKN, Ardiansyah Parman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Sedikitnya 1.000 aduan dari masyarakat diterima oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Dari jumlah tersebut aduan yang paling banyak diterima adalah soal penipuan di bidang perumahan.

Kepala BPKN, Ardiansyah Parman menjelaskan, ada tiga hal pokok terkait aduan soal perumahan.

Diantaranya terkait dengan kasus kepemilikan, masalah perizinan hingga sewa menyewa apartemen atau rumah susun.

“Hingga September 2019 kami menerima lebih dari 1.000 aduan dari masyarakat. Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya merupakan aduan karena penipuan di bidang perumahan,” jelasnya kepada wartawan di kompleks Kepatihan, kemarin.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Ardiansyah menjelaskan, ada banyak konsumen perumahan yang mengadukan rumah tak kunjung dibangun.

Padahal, sudah dibayar dengan sistem cash keras baik bulanan atau tahunan.

Namun, bangunan yang dijanjikan belum ada.

“Persoalan ini lebih parah karena setelah dicek di lapangan, tanah belum clean dan clear untuk perijinan dan lainnya. Ini sangat kasihan konsumennya,” urainya.

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved