Siswa KB-TK dan SD Pedagogia Yogyakarta Belajar Mitigasi Bencana Alam

Pembelajaran mitigasi bencana alam ini difasilitasi Tim K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) Fakultas Teknik, UNY.

Penulis: Sulistiono | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Sulistiono
Siswa KB-TK dan SD Pedagogia memperhatikan materi memadamkan api saat terjadi musibah kebakaran saat berlangsung kegiatan belajar Mitigasi bencana alam, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sulistiono

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Bunyi sirine meraung-raung. Gempa bumi dahsyat mengguncang Yogyakarta.

Siswa Kelompok Bermain (KB)-TK dan SD Pedagogia yang kala itu sedang belajar, menyelamatkan diri.

Mereka lari keluar kelas, sembari kedua tangannya melindungi kepala.

Itulah simulasi dalam agenda pembelajaran mitigasi bencana alam di KB-TK dan SD Pedagogia, Labschool, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (17/10/2019) pagi.

Simulasi digelar di lingkungan sekolah, Jalan Bantul No 50 Yogyakarta.

Pembelajaran mitigasi bencana alam ini difasilitasi Tim K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) Fakultas Teknik, UNY.

“Melalui materi mitigasi bencana gempa bumi ini, siswa diajari menyelamatkan diri dari ruang kelas menuju titik evakuasi yang aman," kata Koordinator Tim K3 Fakultas Teknik UNY, Muhammad Riza Syifa Ulliya.

Dijelaskan, materi simulasi mitigasi bencana alam ini mengangkat tema gempa bumi, gunung meletus, dan kebakaran.

Materi mitigasi gunung meletus mengajarkan anak memakai masker, menghindari bahaya abu vulkanik.

Khusus untuk musibah kebakaran, siswa hanya mengamati.

Mitigasi kebakaran disimulasikan oleh pihak orangtua murid.

"Setiap materi mitigasi bencana membutuhkan waktu sekitar 30 menit," kata Riza dibenarkan Idris Hadi Kuncoro yang juga satu di antara koordinator simulasi mitigasi bencana tersebut.

Kepala Sekolah TK Pedagogia, Sri Uning Puji Utami, mengatakan, mitigasi di kalangan anak usia dini sangat penting. Apalagi, di DIY ini termasuk daerah rawan bencana.

"Anak-anak ini generasi bangsa. Mereka harus menjadi generasi yang tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved